Menakar 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia
Pada 3 Februari 2020 ini genap 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia Rusia yang dimulai tahun 1950.
Kedua kepala negara sering bertemu dan saling kunjung.
Presiden Soekarno sendiri telah berkunjung sebanyak 4 kali ke Uni Soviet yaitu tahun 1956, 1959, 1961, dan 1964.
Sementara pemimpin Uni Soviet yaitu Kliment Voroshilov dan Nikita Khruschev mengunjungi Indonesia masing-masing tahun 1957 dan 1960.
Uni Soviet ketika itu banyak membantu Indonesia, baik di sektor infrastruktur, keuangan, penyiapan kader-kader bangsa melalui bidang pendidikan, maupun teknik militer.
Salah satu peran penting Uni Soviet lainnya adalah dukungannya dalam proses kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi tahun 1963.
Di era Orde Baru, Moskow seakan jauh dari “radar” Indonesia.
Akan tetapi, terdapat beragam upaya untuk mendekatkan hubungan kedua negara.
Pada Juli 1986, ketika berpidato di Vladivostok, pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev menyebut Indonesia salah satu di antara negara-negara dimana Uni Soviet siap memperluas hubungan.
Terobosan untuk mendekatkan kembali hubungan kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Soeharto ke Moskow pada 7-12 September 1989.
Dalam kunjungan tersebut ditandatangani Pernyataan mengenai Dasar-Dasar Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama antara Indonesia dengan Uni Soviet.
Perubahan geopolitik di dunia internasional awal tahun 1990-an yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin dan bubarnya Uni Soviet berdampak pula pada arah hubungan Indonesia dan Rusia.
Uni Soviet dibentuk pada 30 Desember 1922 dan dinyatakan bubar pada 25 Desember 1991.
Pada 28 Desember 1991 melalui surat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Ali Alatas, yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Andrei V Kozyrev, Pemerintah Indonesia mengakui secara resmi Federasi Rusia sebagai “pengganti sah” (legal successor) Uni Soviet.
Indonesia dan Rusia terus berupaya meningkatkan hubungan dan kerja sama.
Pada awal abad ke-21 hubungan dan kerja sama Indonesia dengan Rusia memasuki babak baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dubes-ri-untuk-rusia-dan-belarus-m-wahid-supriyadi.jpg)