Menakar 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia

Pada 3 Februari 2020 ini genap 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia Rusia yang dimulai tahun 1950.

istimewa
Dubes RI untuk Rusia dan Belarus M Wahid Supriyadi 

Hal ini ditandai dengan saling kunjung atau pertemuan pemimpin kedua negara dan para pejabat tinggi pemerintahan, serta saling dukung di forum internasional.

Hubungan dan kerja sama tidak hanya terjalin pada tingkat pemerintah atau eksekutif, tetapi juga tingkat lainnya, seperti legislatif dan yudikatif, pelaku usaha, media, dan masyarakat.

Sejak tahun 2000 terjadi pertemuan yang sangat intensif antara Presiden Indonesia dan Presiden Rusia.

Selama tahun 2000-2020 tercatat 13 kali pertemuan bilateral antara presiden kedua negara, 4 kali di antaranya dilakukan saat kunjungan dan 9 kali lainnya di sela-sela konferensi internasional.

Presiden Vladimir Putin telah bertemu dengan empat presiden Indonesia dari Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.

Jika Presiden Soekarno merayakan ulang tahun di Moskow tahun 1961, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merayakan ulang tahunnya ke-63 di Vladivostok saat menghadiri KTT APEC pada 9 September 2012.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin merayakan ulang tahun ke-61 di Bali saat menghadiri KTT APEC pada 7 Oktober 2013.

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Vladimir Putin sebanyak 3 kali, yaitu di KTT APEC Beijing pada 10 November 2014, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi pada 18 Mei 2016 sebelum menghadiri KTT Rusia-ASEAN pada 19-20 Mei 2016 dan East Asia Summit (EAS) di Singapura pada 14 November 2018.

Kontak dan pertemuan Presiden kedua negara diharapkan dapat terus berlangsung.

Presidsen Vladimir Putin dan Joko Widodo sama-sama menjabat sebagai presiden hingga tahun 2024.

Hubungan kedua negara saat ini sedang menuju pada tingkat yang lebih tinggi yaitu dalam bentuk Kemitraan Strategis.

Dokumen Kemitraan Strategis sedang dipersiapkan oleh kedua negara yang diharapkan dapat ditandatangani pada saat pertemuan Presiden kedua negara.

Sebelumnya telah ditandatangani Deklarasi Kerangka Kerja Sama Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada 21 April 2003.

Indonesia dan Rusia memiliki banyak posisi yang sama dalam menyikapi isu-isu internasional dan regional, termasuk tantangan global.

Kedua negara memiliki banyak potensi dan peluang kerja sama di berbagai bidang, baik ekonomi, perdagangan, investasi, energi, pariwisata, iptek, pendidikan, sosial budaya, keamanan dan teknik militer.

Rusia sebagai pasar potensial bagi produk Indonesia, seperti minyak sawit, produk ikan, kopi, garmen, sedangkan Rusia menawarkan gandum dan produk-produk berteknologi tinggi kepada Indonesia.

Kerja sama ini dapat saling melengkapi satu sama lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai perdagangan Indonesia dengan Rusia tahun 2018 sebesar 2,55 milyar dolar AS, dan pada periode Januari-November 2019 mencapai 1,92 miliar dolar AS.

Nilai ini sebenarnya sangat kecil dibanding potensi yang ada.

Rusia adalah kekuatan ekonomi nomor 12 dunia, sementara Indonesia nomor 16.

Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi Rusia, seperti investasi pembangunan kilang minyak senilai 16 miliar dolar AS di Tuban.

Berdasarkan data BKPM RI, nilai investasi Rusia ke Indonesia pada periode Januari-September 2019 naik 10 kali lipat sebesar 17,29 juta dolar AS dari 1,7 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2018.

Angka ini sebenarnya jauh dari nilai yang sebenarnya, mengingat sebagian besar investasi Rusia ke Indonesia melalui negara ketiga.

Indonesia juga telah menjadi salah satu tujuan utama wisatawan Rusia.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, wisatawan Rusia ke Indonesia tahun 2018 sebanyak 125.728, naik 6,51 persen dari tahun 2017.

Sementara itu, pada periode Januari-November 2019 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 170.370 orang, naik 13,49 persen dari periode yang sama tahun 2018.

Sebaliknya, tidak sedikit juga warga Indonesia yang berkunjung ke Rusia dan jumlahnya terus meningkat.

Selain itu, banyak pula mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia dari hanya 2 orang tahun 1996 menjadi 644 orang saat ini.

Dalam rangka perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, berbagai kegiatan telah disiapkan oleh KBRI Moskow selama tahun 2020, seperti pemutaran film Indonesia yang telah diselenggarkan pada 23 Januari 2020 di Moskow dan 25 Januari 2020 di Kazan, seminar Indonesia-Rusia di Moskow pada 18 Februari 2020 dan St Petersburg pada 20 Februari 2020, pagelaran budaya di Moskow pada 30 Mei 2020 dan St Petersburg pada September 2020, dan pembuatan buku 70 tahun Indonesia-Rusia.

Perayaan disemarakkan juga dengan forum bisnis Indonesia-Rusia di Moskow pada 30 Juli 2020 dan Festival Indonesia kelima di Moskow pada 31 Juli-2 Agustus 2020. (*)

Moskow, 3 Februari 2020

*) Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved