Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Usung Tema PPDB Berintegritas, Kepala Disdikpora Sebut Jangan Minta Pejabat untuk Dibantu Diterima

Ia menyampaikan, jangan sampai nanti ada orangtua datang ke salah satu pejabat bersama anaknya minta dibantu agar diterima di sekolah.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan ketika didatangi Tribun Bali di Pekan Generasa Sadar Aksara (PARASARA), Yayasan Penggak Men Mersi, Jalan WR. Supratman No. 168, Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (8/2/2020). 

Gunawan memberi contoh, “Prestasti tingkat kecamatan misalnya berapa bobotnya. Kalau juara II, bobotnya berapa, jadi prestasi dengan bobot tertinggi diutamakan atau diurutkan.”

Untuk jalur penghargaan, contohnya seperti penghargaan yang didapat dari turut serta dalam acara atau lomba Pesta Kesenian Bali (PKB), Utsawa Dharma Gita, atau di bidang lingkungan.

Hal ini berkaitan dengan proker Kota Denpasar yang tengah menggalakkan Sistem Peduli dan Sadar Lingkungan (SIDARLING) yang melibatkan siswa, mereka yang berprestasi di bidang tersebut, akan diberikan kesempatan.

Sementara melalui jalur afirmasi, harus memiliki Kartu Denpasar Cemerlang dan tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Bagaimanapun alasannya, ujar Wayan Gunawan, mereka wajib difasilitasi untuk mendapatkan sekolah. Jika keluarga anak yang bersangkutan keterbatasan ekonomi, pemerintah akan membantu.

“Nah, kalau negeri tidak ada di dekat rumah, mereka akan difasilitasi sekolah di swasta. Sekarang pertanyaannya Swasta kan bayar mahal? Mereka akan dibiayai pemerintah karena prinsipnya mereka harus dapat sekolah terdekat dari rumah,” jelasnya.

Terakhir untuk jalur perpindahan tugas orangtua, yang akan diakomodasi hanya perpindahan tugas dari negara, perpindahan tugas pemerintah, tentunya yang sudah disepakati sebelumnya dengan tetap mengikuti seleksi yang sudah diatur di sekolah masing-masing.

Mengenai daya tampung sekolah, Gunawan mengungkapkan, “Menurut data yang saya dapat, lulusan SD tahun ini sekitar 14 ribu, sedangkan daya tampung untuk SMP sebanyak 3,502 ribu. Karena tahun lalu sudah menerima banyak, sekarang mungkin diminimalkan karena takut tidak ada tempat belajar.”

Adanya keputusan baru ini, Wayan Gunawan berharap PPDB dapat berjalan lebih baik dalam artian dapat diterima masyarakat terutama orangtua.

“Maka dari itu, dari awal diproses agar sosialisasi dapat lebih lama sehingga pemahaman masyarakat lebih lengkap. Jadi mari kita bersama-sama memberikan pemahaman terutama kepada orangtua yang meminta tolong, bukan kami tidak mau menolong, tapi kami setarakan agar bersama-sama mendukung peraturan yang dibuat agar tidak percuma membuat peraturan,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved