Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Satpol PP Klungkung Intai Gepeng Hingga ke Tempat Tidur, Amankan 8 Gepeng Anak-anak Beserta Ibunya

Satpol PP Klungkung Intai Gepeng Hingga ke Tempat Tidur, Amankan 8 Gepeng Anak-anak beserta ibunya

Tayang:
Istimewa
Satpol PP Klungkung mengamankan 13 orang gepeng saat tertidur pulas di emperan toko di Jalan Dharmawangsa, Semarapura, Klungkung, Selasa (11/2/2020) malam 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Satpol PP Klungkung mengamankan 13 orang gepeng saat tertidur pulas di emperan toko di Jalan Dharmawangsa, Semarapura, Klungkung, Bali, Selasa (11/2/2020) malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Gepeng tersebut terdiri dari 5 orang perempuam dewasa, dan 8 anak-anak yang masih berusia sekitar 4 sampai 10 tahunan.

Kasatpol PP Klungkung, I Putu Suarta menjelaskan, pihaknya sebelumnya terus mengawasi aktivitas dari gepeng tersebut.

Mereka biasanya beraktivitas menyebar di tiga lokasi, yakni di Pasar Galiran, Pasar Semarapura, dan Pasar Senggol Klungkung.

Musrenbang RKPD ke 5 Dilaksanakan Pemkab Badung di Abiansemal, Ajang Evaluasi dan Berbenah Diri

Pemkab Jembrana dengan PT Systemic Jalin Kerjasama Tangani Sampah, Gunakan Program STOP

Jaya Negara Buka Festival Bulan Bahasa Bali 2020, Jadi Wahana Pelestarian Bahasa dan Sastra Bali

Tidak hanya wanita dewasa, yang anak-anak pun ikut menggepeng.

"Saat mereka menggepeng, sulit kami amankan karena mereka berlari-lari," ujar Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta, Rabu (12/2/2020).

Menghindari hal-hal tidak diinginkan, personel Satpol PP bahkan sampai melakukan pengintaian terhadap gepeng tersebut.

Malam harinya mereka ternyata berkumpul, dan tidur bersama di emperan toko di seputaran Jalan Dharmawangsa, Semarapura.

"Saat tidur nyenyak itu, kami bangunkan dan kami angkut ke kantor Satpol PP Klungkung," tegas Putu Suarta.

Pihaknya sudah berkoordinasi untuk memulangkan gepeng tersebut, ke rumah mereka yang semuanya berasal dari Desa Tianyar Tengah, Karangasem.

"Kami beserta Dinas Sosial akan bersama-sama mengantar gepeng tersebut pulang ke rumah mereka di Desa Tianyar Tengah. Kami sangat prihatin, karena aksi gepeng ini juga melibarkan anak-anak yang seharusnya mereka bersekolah untuk mewujudkan cita-cita mereka kelak," ungkap Suarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved