Sanggar Kukuruyuk Pentaskan "Halo Tuan", Made Taro Selipkan Banyak Pendidikan Karakter

Sanggar Kukuruyuk membawakan pementasan anak-anak yang sangat apik dan menghibur, dengan tajuk “Halo Tuan"

Sanggar Kukuruyuk Pentaskan
Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
Foto: Salah satu anak didik Sanggar Kukuruyuk dengan kepercayaan diri yang tinggi membawakan Dongeng Kedis Sang Lanjani pada Sesolahan Seni Sastra, Minggu (16/2/2020) di Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali. 
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sesolahan Seni Sastra kali ini datang dari Sanggar Kukuruyuk dengan tajuk “Halo Tuan” pada Minggu (16/2/2020) bertempat di Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali.
Sanggar garapan Made Taro itu membawakan pementasan anak-anak yang sangat apik dan menghibur.
Terlebih dalam pementasannya memadukan antara permainan dan dongeng anak-anak yang khas.
Hebatnya, anak-anak dari Sanggar Kukuruyuk dapat menampilkan pementasan mereka dengan sangat alami.
Adapun kisah “Halo Tuan” oleh Sanggar Kukuruyuk menceritakan tentang seorang turis yang khusus datang ke Bali ingin melihat tajen, akan tetapi ia tidak menemukannya dan justru menemukan permainan tradisional yaitu siap-siapan.
Turis tersebut tertarik melihat permainan-permainan tradisional Bali yang dibawakan anak-anak dan pada akhirnya pun ikut serta dalam permainan. 
Pementasan Halo Tuan ini, jelas Made Taro, merangkum 7 permainan tradisional di dalamnya, antara lain Ngalih Ruang, Toklet Kancing, Siap-siapan, Kedis-kedisan, Dongeng Kedis Sang Lanjani, Dadong Dauh, dan terakhir Macan Mabaju Kambing yang melukiskan tentang ekosistem.
Made Taro juga mengungkapkan, setiap pementasan yang dibawakannya entah itu permainan atau dongeng, ia selalu menyelipkan pendidikan karakter, seperti disiplin, jujur, percaya diri, motivasi, dan kebersamaan. 
“Seperti yang tadi dilihat, perjuangan anak-anak dalam menampilkan Halo Tuan ini tanpa rekayasa. Jadi mereka (dalam permainan) menghindar, berjuang, dan sebagainya,” ucap Made Taro tampak sangat bangga dengan penampilan anak didiknya.
Meskipun penonton yang hadir hari ini tak sebanding dengan penonton penampilan teater yang dibawakan sekolah-sekolah sebelumnya, anak-anak Sanggar Kukuruyuk yang beranggotakan 27 orang ini tetap dapat menyedot perhatian dan disambut tepuk tangan meriah di akhir pementasannya. (*)
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved