Breaking News:

Babi Mati di Bungkulan dan Sayan Bergelombang dalam 2 Minggu, Distan Bali Nyatakan Tak Mengarah ASF

Pengambilan sampel dan pengujian laboratorium dilakukan oleh pihak BBVet Denpasar saat ini masih menunggu hasil

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Ketut Gede Nata Kesuma 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali terus memantau situasi dan perkembangan kematian babi yang mengarah  (suspect) ASF di Bali.

Kabid Kesehatan Hewan dan  Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Ketut Gede Nata Kesuma mengatakan sebetulnya kesiapsiagaan terhadap kasus kematian babi ini tidak berhenti.

“Kita tetap terus secara simultan melakukan langkah-langkah kewaspadaan sehingga kita dapat melihat perkembangan kasus kematian babi di Provinsi Bali ini,” kata Nata saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Senin (17/2/2020).

Warga Klungkung Tetap Semangat Mepatung meski Ada Isu ASF, Warga: Lebih Aman Dengan Mepatung

Poin Omnibus Law Cipta Kerja Yang Dinilai Meresahkan, Uang Penghargaan Dipangkas Hingga Aturan PHK

Mulai Sekarang Hindari 3 Kebiasaan Ini, Bukannya Bersih, Malah Bikin Rumah Cepat Rusak!

Seizin Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Nata menyebut bahwa kasus kematian babi yang semula 888 ekor setelah divalidasi ke lapangan sehingga terjadi penambahan yang sifatnya fluktuatif, menjadi 899 ekor akibat suspect ASF. 

Selanjutnya ditambah dengan kematian yang tidak mengarah ASF atau kematian biasa berjumlah 56 sehingga jumlahnya menjadi 955 kasus.

Berdasarkan hasil investigasi kematian 56 babi di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali ditemukan kematian yang tidak secara mendadak, namun secara bergelombang dalam rentang waktu dua minggu.

Saksi Ini Ungkap Orang Kepercayaan Nyoman Dhamantra & Minta Uang Rp 2 Miliar

Penemuan Torpedo di Pantai NTT, Sempat Dibawa Pulang & Dipahat Warga Karena Dikira Harta Karun Emas

Pemberian 4,5 Kg Daging Babi ke ASN dan Makan Babi Guling Bersama di Kantor Bupati Tabanan

Ia menambahkan pada Jumat (14/2/2020) lalu tim dari Distan Bali dan Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampelnya.

“Hari kematiannya berbeda, dan gejalanya juga variatif. Hasil investigasi kami ke lapangan secara simtomatis tidak mengarah ke ASF,” ucap Nata.

Sedangkan pengambilan sampel dan pengujian laboratorium dilakukan oleh pihak BBVet Denpasar. Saat ini masih menunggu hasil.

Musda Digelar Tanggal 22 Februari 2020, Demer Akan Melenggang Jadi Ketua Golkar Bali?

22 Wisudawan LPTB Susan Budihardjo, Tampilkan Berbagai Karya yang Bertemakan Time

Saat ditanyakan kapan hasil lab yang dibawa ke BBVet Medan keluar? Ia mengungkapkan sampai saat ini masih menunggu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved