Klungkung Sudah Terkepung, Satu-Satunya Wilayah di Bali yang Nihil Kasus Babi Mati Mendadak
Klungkung nihil kasus kematian Babi yang dicurigai tertular wabah ASF, namun Klungkung sudah terhimpit karena beberapa daerah tetangga sudah terkena.
Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bidang Keswan Dinas Pertanian saat mengecek kesehatan babi di tempat pemotongan hewan di Klungkung.
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung hingga saat ini menjadi satu-satunya wilayah, yang nihil kasus kematian Babi yang dicurigai tertular wabah ASF.
Hal ini membuat Pemerintah lebih mengitensifkan pengawasan ke peternak dan pemotongan hewan, karena memiliki potensi sabgat besar untuk tertular wabah tersebut.
"Sampai saat ini di Klungkung kami belum ada menerima laporan babi mati secara signifikan yang mengarah ke ASF. Semoga hal ini tetap terjaga, karena Klungkung sudah terkepung," ujar Kadis Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, Kamis (26/2/2020).
Menurut Juanida, Klungkung saat ini juga sangat berpotensi ikut tertular virus yang membuat ternak babi mati mendadak tersebut.
• Ini Daftar Wilayah Bali yang Berpotensi Hujan Lebat 25-27 Februari 2020
• Ini Beberapa Mitos dan Fakta Dari Kolesterol, Apa Kamu Sudah Mengetahuinya ?
• Akibat Mabuk, WNA Meksiko Tabrakkan Dirinya ke Mobil, Alami Patah Kaki
Kasus kematian babi secara mendadak dan signifikan, sudah terjadi di beberapa wilayah yang berterangga langsung dengan Kabupaten Klungkung, seperti di Gianyar, Bangli, maupun Karangasem.
"Kami di Klungkung sudah terhimpit. Beberapa daerah tetangga dari Klungkung, seperti Bangli, Gianyar, dan Karangasem sudah banyak ditemukan kasus babi mati mendadak karena dicurigai ASF," tegas Juanida.
Kondisi ini membuat Dinas lebih itensif melakukan pengawasan ke peternak maupun tempat pemotongan hewan.
Seperti antisipasi sebelumnya, Dinas tetap meminta peternak dan pemotongan hewan untuk membatasi pengambilan atau mobilitas babi dari luar Klungkung.
" Kuncinya sebenarnya di peternak dan tempat pemotongan hewan. Bagaimana mereka bisa menjalankan komitmen untuk membatasi mobilisasi babi. Misal tetap mendatangkan bibit babi dan memotong babi dari lokal Klungkung," jelas Juanida. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bidang-keswan-dinas-pertaniansaat-mengecek-kesehatan-babi.jpg)