Ngopi Santai
Namaku Maria
“Namaku Maria. Maria Yuryevna Sharapova,” katanya malu-malu saat memperkenalkan diri.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Sejak Usia 4 Tahun
Maria Yuryevna Sharapova lahir di Nyagan, Khanty-Mansi Siberia, Rusia, tanggal 19 April 1987.
Raket tenis pertama dia dapat dari ayahnya, Yuri Sharapova pada usia 4 tahun.
Masih anak PAUD kalau di Indonesia.
Dia berlatih secara otodidak sebelum mengikuti latihan rutin di bawah asuhan Yuri Yutkin.
Pelatih veteran asal Rusia ini merupakan orang pertama yang menemukan bakat natur Sharapova.
Menurut Yutkin, Sharapova memiliki talenta unik berupa koordinasi tangan dan mata yang luar biasa.
Umur 7 tahun, Sharapova dibawa ke AS oleh ayahnya untuk belajar tenis di Akademi Tenis Nick Bollettieri di Bradenton, Florida.
Pelatihan sejak usia dini merupakan kunci suksesnya meraih prestasi terbaik saat usia baru 17 tahun.
Maria Sharapova berlatih secara profesional sejak tahun 1993.
Ketika berumur 11 tahun, Sharapova telah mendapat kontrak dari produsen apparel ternama, Nike.
Bagi penggemar tenis lapangan, Sharapova tak hanya mencuri perhatian lewat penampilannya yang aduhai.
Dia selalu dikenang penonton akan dengkurannya saat memukul bola.
Dengkuran seksi, komentar seorang jurnalis Spanyol.
Saat berlaga di turnamen Wimbledon 2005 tingkat kebisingan dengkuran Maria Sharapova tercatat mencapai 101.2 db.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/maria-sharapova3.jpg)