Tips Sehat untuk Anda
Diet Tanpa Garam Banyak Manfaatnya, Lalu Adakah Efek Sampingnya?
Manfaat menjalani diet tanpa garam dan adakah efek sampingnya? Diet Tanpa Garam Banyak Manfaatnya, Lalu Adakah Efek Sampingnya?
Diet Tanpa Garam Banyak Manfaatnya, Lalu Adakah Efek Sampingnya?
TRIBUN-BALI.COM - Diet Tanpa Garam Banyak Manfaatnya, Lalu Adakah Efek Sampingnya?
Selain diet tanpa nasi atau diet ketogenik, pengalaman gagal diet juga kerap dialami mereka yang sedang menjalani diet tanpa garam.
Bukannya menakut-nakuti, namun pola makan yang sudah terbentuk sebelumnya kerap membuat seseorang sulit meninggalkan garam dari menu makanan sehari-hari.
Tak hanya garam yang terlihat saja, tapi juga garam yang “tersembunyi”.
Selain demi menuju berat badan ideal, diet tanpa garam kerap dilakukan penderita penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Tujuannya mengurangi risiko terkena serangan jantung dan penyakit-penyakit lain akibat konsumsi garam berlebih.
Garam atau sodium adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya.
Garam membantu regulasi cairan dalam tubuh, menyeimbangkan elektrolit, dan juga menjaga keseimbangan tekanan darah.
Garam yang secara alami ada pada makanan seperti sayuran dan telur tentu tidak berbahaya.
Menjadi berisiko ketika mengonsumsi tambahan garam, yang belum tentu diperlukan tubuh.
Selain itu, makanan yang diproses berlebihan juga biasanya mengandung sodium cukup tinggi.
Bagi orang yang menjalani diet tanpa garam, idealnya asupan sodium setiap harinya dibatasi antara 2.000-3.000 mg per hari.
Sebagai referensi, satu sendok teh garam sudah mengandung 2.300 mg sodium.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ternyata-makanan-yang-biasa-disajikan-untuk-sarapan-ini-justru-menghambat-program-diet.jpg)