Corona di Indonesia
Okupansi Hotel di Karangasem Hanya 20 Persen, Kontrak Kerja Karyawan Terpaksa Tak Diperpanjang
I Wayan Tama mengungkapkan penurunan dipicu oleh merebaknya kasus virus corona yang mewabah di beberapa Negara.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI, AMLAPURA - Beberapa hotel dan restaurant di Karangasem terpaksa tak memperpanjang kontrak kerja karyawannya lantaran tingkat hunian (okupansi) yang menurun drastis.
Ketua Kehormatan PHRI Karangasem, I Wayan Tama mengungkapkan penurunan dipicu oleh merebaknya kasus virus corona yang mewabah di beberapa Negara. Terutama di China, Italia, & Negara lainnya.
"Tingkat hunian sekarang turun drastis. Biasanya kalau low season seperti sekarang tingkat hunian mencapai 40 persen. Tingkat hunian rata - rata isi 20 persenan. Ada beberapa hotel di bawah 20 persen. Yang mendominasi yakni Wisman dari Eropa,"kata Tama, yang juga anggota DPRD Kabupaten Karangasem, Senin (9/3/2020).
Namun, lanjut dia, pegawai yang tak diperpanjang kontrak kerjanya itu hanya bersifat sementara.
• Menko PMK Gelar Rapat Bahas Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020
• Kasus virus corona di Australia melonjak, dua sekolah di Sydney tutup
Mereka akan dipanggil kembali setelah kondisi mulai membaik dan okupansi hotel mengalami peningkatan. Selain itu, saat ini pemberitaan terkait corona masih ramai.
"Berapa jumlah pegawai yang tak diperpanjang kontrak kerjanya, dan dari hotel mana saya lupa. Harapan saya semoga kondisi ini segera membaik, dan pegawai yang tak diperpanjang kontraknya bisa kerja lagi seperti biasa,"ungkap Wayan Tama,
Ditambahkan, beberapa manager hotel di Karangasem mengambil langkah tersebut karena minimnya pemasukan.
Pendapatan dari hunian cukup digunakan untuk biaya operasional dan menggaji sebagian pegawai. Seperti untuk bayar listrik, air, beli bahan makanan, serta operasional yang lainya.
Pria asal Kecamatan Manggis ini berharap pembebasan pajak hotel serta restoran agar segera direalisasikan.
Supaya pemilik hotel tidak merugi banyak. Kebijakan pemerintah pusat membebaskan pajak hotel dan restauran adalah upaya untuk menyelamatkan industri pariwisata dari serangan corona.
Sebelumnya, Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa mengatakan, PHRI bersama pemerintah daerah akan terus berupaya memulihkan kunjungan wisman untuk menginap di Bumi Lahar akibat serangan virus corona.
Diantaranya berikan promosi 30 sampai 50 persen bagi wisman dan domestik.
Harga promosi diterapkan sebagian besar hotel di Karangasem. Penerapannya mulai awal Bulan Februari 2020.
Harapannya agar wisatawan mancanegara berdatangan untuk menginap.
Promo harga kamar bagian dari upaya recovery (pemulihan) wisata di Karangasem, serta menutupi biaya operasional hotel. PHRI bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Karangasem berupaya terus promosikan wisata di Karangasem.
Melalui dunia digital atau promosi lewat brousur, serta kegiatan lain.
Pemilik hotel berharap kunjungan wisatawn bisa normal seperti dulu. Kebanyakan wisman dari Eropa, Australia, serta Asia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/virus-corona-pukul-pariwisata-bali-obyek-wisata-tirta-empul-sepi-pengunjung.jpg)