Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Okupansi Hotel di Karangasem Hanya 20 Persen, Kontrak Kerja Karyawan Terpaksa Tak Diperpanjang

I Wayan Tama mengungkapkan penurunan dipicu oleh merebaknya kasus virus corona yang mewabah di beberapa Negara.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Obyek wisata Tirta Empul sepi pengunjung, Selasa (3/3/2020). Tidak seperti biasanya, obyek wisata yang berlokasi di Kecamatan Tampaksiring, Gianyar ini terlihat lengang. Sepinya kunjungan karena wabah virus corona. 

TRIBUN-BALI, AMLAPURA  - Beberapa hotel dan restaurant di Karangasem terpaksa tak memperpanjang kontrak kerja karyawannya lantaran tingkat hunian (okupansi) yang menurun  drastis.

Ketua  Kehormatan PHRI Karangasem, I Wayan Tama mengungkapkan penurunan dipicu oleh merebaknya kasus virus corona yang mewabah di beberapa Negara.  Terutama di China, Italia, & Negara lainnya.

"Tingkat hunian sekarang turun drastis. Biasanya kalau low season seperti sekarang tingkat hunian mencapai 40 persen. Tingkat hunian rata - rata isi 20 persenan. Ada beberapa hotel di bawah 20 persen. Yang mendominasi yakni Wisman dari Eropa,"kata Tama, yang juga  anggota DPRD Kabupaten Karangasem, Senin (9/3/2020).

Namun, lanjut dia,  pegawai yang tak  diperpanjang kontrak kerjanya itu hanya bersifat sementara.

Menko PMK Gelar Rapat Bahas Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020

Kasus virus corona di Australia melonjak, dua sekolah di Sydney tutup

 Mereka akan dipanggil kembali setelah kondisi mulai membaik dan okupansi hotel mengalami peningkatan. Selain itu, saat ini pemberitaan terkait corona masih ramai.

"Berapa jumlah pegawai yang tak diperpanjang  kontrak kerjanya, dan dari hotel mana saya lupa. Harapan saya semoga  kondisi ini segera membaik, dan pegawai yang tak diperpanjang kontraknya bisa kerja lagi seperti biasa,"ungkap Wayan Tama,

Ditambahkan, beberapa manager hotel di Karangasem mengambil langkah tersebut karena minimnya pemasukan.

Pendapatan dari hunian cukup digunakan  untuk biaya operasional dan menggaji sebagian pegawai. Seperti untuk bayar listrik, air, beli bahan makanan, serta operasional yang lainya.

Pria asal Kecamatan Manggis ini berharap pembebasan pajak hotel serta  restoran agar segera direalisasikan.

Supaya pemilik hotel tidak merugi banyak. Kebijakan pemerintah pusat membebaskan pajak hotel dan restauran adalah upaya untuk menyelamatkan industri pariwisata dari serangan corona.

Sebelumnya, Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa mengatakan, PHRI bersama  pemerintah daerah akan terus berupaya memulihkan kunjungan wisman untuk menginap di Bumi Lahar akibat serangan virus corona.

 Diantaranya berikan promosi 30 sampai 50 persen bagi wisman dan domestik.

Harga promosi diterapkan sebagian besar hotel di Karangasem. Penerapannya mulai awal Bulan Februari 2020.

Harapannya agar wisatawan mancanegara berdatangan untuk menginap.

Promo harga kamar bagian dari upaya recovery  (pemulihan) wisata di Karangasem,  serta menutupi  biaya operasional hotel. PHRI bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Karangasem berupaya terus promosikan wisata di Karangasem.

Melalui dunia digital atau promosi lewat brousur, serta kegiatan lain.

Pemilik  hotel berharap kunjungan wisatawn bisa normal seperti dulu. Kebanyakan wisman dari Eropa, Australia, serta Asia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved