Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba serbi

Ini Tata Cara Pelaksanaan Rangkaian Nyepi Saka 1942, dari Melasti hingga Nyepi

Ada beberapa rangkaian dari pelaksanaan Nyepi ini mulai dari melasti, pangerupukan hingga pelaksanaan Nyepi.

Tayang:
Tribun Bali/Fauzan Al Jundi
Seorang pecalang berpatroli di Jalan Pantai Kuta, Badung, Bali, saat Nyepi, Selasa (28/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Nyepi tahun 2020 ini dilaksanakan pada 25 Maret 2020.

Ada beberapa rangkaian dari pelaksanaan Nyepi ini mulai dari melasti, pangerupukan hingga pelaksanaan Nyepi.

Dikonfirmasi Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, rangkaian Nyepi yang diawali dengan melasti dapat dilaksanakan sejak hari Minggu-Selasa, tanggal 22-24 Maret 2020.

"Pelaksanaannya disesuaikan dengan desa adat setempat dan diatur oleh Prajuru Desa masing-masing," kata Sudiana.

Sekembali dari melasti, Ida Bhatara nyejer di Pura Desa atau Bale Agung sampai dengan tanggal 24 Maret 2020, dan setelah selesai Ngaturang Tawur Kesanga, Ida Bhatara kembali ke Kahyangan masing-masing.

Di Tengah Virus Corona, Ibadah Haji Tetap Berjalan, Bali Kebagian Jatah 698 Jamaah

Kondisi Memprihatinkan, Jalan Utama Penghubung Selat ke Rendang Terancam Tergerus Air Hujan

Ajak Selfie, Oknum Kepsek Lakukan Hal Tak Senonoh pada Siswi SMA, Warga Emosi hingga Blokade Jalan

Sementara untuk Tawur Kesanga yang dilaksanakan pada 24 Maret 2020 pelaksanaannya yakni diawali dengan nunas tirta dan nasi tawur.

Di mana perwakilan dari masing-masing desa atau kecamatan agar datang ke Pura Besakih sekitar pukul 10.00 Wita, dengan membawa Sujang untuk tempat Tirtha Tawur serta Daksina Pejati dan perlengkapan persembahyangan, guna mohon Nasi Tawur dan Tirtha Tawur untuk disebarkan dan dipercikkan di wilayah masing-masing.

PHDI Harap Pelaksanaan Tawur Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh Bisa Nyomya Virus Corona

WNA Positif Corona Dikabarkan Pernah Menginap di Jimbaran Bali, Ini Bantahan Pihak Hotel

Mahayastra Akan Bentuk Pelayanan Anti Bunuh Diri, Caranya Curhat Melalui Telepon

Pelaksanaan tawur kesanga pada masing-masing rumah tangga yakni di merajan atau sanggah menghaturkan Banten Pejati Sakasidan (semampunya) dan dinatar depan pelinggih cukup  menghaturkan Segehan Agung Atanding atau Segehan Cacahan 11/33 Tanding dan dipersembahkan kepada Sang Bhuta Bhucari.

"Di halaman rumah menghaturkan segehan Manca Warna 9 tanding dengan olahan ayam brumbun, disertai tetabuhan tuak, arak, berem dan air yang didapatkan dari desa setempat, dihaturkan kehadapan Sang Bhuta Raja dan Sang Kala Raja," katanya.

Di depan pintu masuk halaman rumah menghatur upakara Segehan Cacahan 108 tanding dengan ulam jejeron matah dilengkapi dengan Segehan Agung serta tetabuhan tuak, arak, berem, air tawar dari desa setempat, dihaturkan kehadapan Sang Bhuta Bala dan Sang Kala Bala.

Siswi SMP Dianiaya Tiga Satpam hingga Tewas, Korban Dipukuli dengan Batu, Mayat Dibuang di Parit

Daniele Rugani Positif Virus Corona, Semua Pemain Juventus Dikarantina, Termasuk Ronaldo

Semua segehan tersebut dihaturkan dibawah pada saat sandi kala (sekitar pukul 18.30 Wita).

Di sanggah cucuk dihaturkan peras daksina tipat kelanan.

"Semua anggota keluarga kecuali yang belum meketus, mebiyakala dan meprayascita di halaman rumah masing-masing. Setelah itu dilanjutkan dengan pengrupukan berkeliling di rumah masing-masing dengan sarana api, bunyi-bunyian, bawang, mesui dan jangu," katanya.

Saat Nyepi Sipeng yang dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 25 Maret 2020 selama sehari penuh (24) jam sejak pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita keesokan harinya, dengan melaksakan Catur Brata Penyepian.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved