Corona di Indonesia
Kunjungan Wisatawan Turun Drastis Akibat Wabah Covid-19, Dispar Badung Akan Gencarkan Promosi
Kepala Dispar Badung I Made Badra mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan mulai terasa sejak sebulan lalu.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah kabupaten Badung melalui, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung mengakui tingkat kunjungan wisatawan terus turun sejak Februari 2020 lalu.
Hal itu pun karena adanya isu global yakni Virus corona atau wabah Covid-19. Bahkan Dispar Pun memutuskan untuk mengoreksi target kunjungan wisatawan tahun ini.
Kepala Dispar Badung I Made Badra mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan mulai terasa sejak sebulan lalu.
Jika pada Januari 2020 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 540.230 orang, bahkan melebihi dari kunjungan pada priode yang sama tahun 2019 yakni 454.101 orang.
• Sumber Gempa Bumi Tektonik di Selatan Jawa Dekat dengan Sumber Gempa Dahsyat 1937
• Terkendala Biaya Operasional, Mulai Bulan Mei Sampah di Karangasem Terancam Tak Terangkut
• Sopir Taksi Nyambi Jual Sabu-Sabu, Suharzadi Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Hanya saja pada bulan Februari 2020 tingkat kunjungan malah menjadi turun menjadi 361.440 orang.
Semua itu pun menurutnya lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yakni 445.083 orang.
“Kami di Badung sangat merasakan penurunan kunjungan wisatawan mulai dirasakan sejak bulan lalu. Jadi Februari kemarin sangat terasa ,” ungkap Badra saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Puspem Badung, Kamis (12/3/2020) sore.
Badra yang didampingi perwakilan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), PHRI Badung, serta dari kalangan stakeholder terkait itu pun mengaku sangat miris dengan adanya wabah Covid-19.
Pihaknya mengatakan hingga 10 Maret 2020 total kunjungan wisatawan mancanegara masih dikisaran 110.490 orang.
“Sangat menurun drastis kunjungan saat ini. Jelas ini akan sangat sulit bagi kita jika kunjungan wisawatan terus menurun ke Bali, khusus ke Badung,” kata Badra.
Disinggung apakah target kunjungan wisatawan tahun 2020 sebesar 6,2 juta akan dievaluasi, dengan kondisi yang terjadi sekarang, birokrat asal Kuta ini berani memastikan.
“Dampak virus corona jelas memperngaruhi kunjungan wisatawan, tapi untuk masalah target kami akan evaluasi setelah semester I (perkiraan pada Juli 2020, red). Hanya saja pasti kami evaluasi.,” tegasnya.
Mengingat tingkat kunjungan wisatawan mancanegara terus mengalami penurunan, membuat Dispar Badung harus putar otak, paling tidak supaya wisatawan mancanegara masih mau datang ke Bali, khususnya Badung.
Salah satunya dengan tetap melakukan sales mission ke luar negeri, seperti ke Jerman dan Denmark.
“Untuk waktu ini, kami menyasar Denmark. Selain itu kami juga menyasar pasar domestik, paling tidak untuk tetap menggairahkan sektor pariwisata,” katanya.
Terkait pasar domestik, kata Badra Dispar Badung melakukan kegiatan promosi di Jakarta, dengan mengajak industri.
Ia pun akan melakukan promosi lanjutan di Jogja dan Manado.
“Tentu kami berharap mengoptimalkan dari pasar domestik, setelah potensi kehilangan dari wisatawan mancanegara,” pungkasnya. (*)