Wabah Virus Corona: Trump Larang Perjalanan dari Eropa ke AS Selama 30 Hari

Presiden AS ke-45 itu menuturkan, sanksi itu bakal berlaku pada Jumat tengah malam waktu setempat (13/3/2020)

(AFP / NICHOLAS KAMM)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019) 

TRIBUN-BALI.COM - Presiden AS Donakd Trump menyatakan, dia melarang perjalanan dari Eropa selama 30 hari ke depan di tengah wabah virus corona.

Presiden AS ke-45 itu menuturkan, sanksi itu bakal berlaku pada Jumat tengah malam waktu setempat (13/3/2020).

Meski begitu, larangan itu tidak akan berlaku di Inggris. Dilansir Sky News Kamis (12/3/2020), Trump menyalahkan Uni Eropa karena dianggap tidak bertindak cukup cepat untuk mencegah virus corona.

Dia beralasan, klaster AS dari virus yang sudah diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai wabah global itu "diisi" oleh warga Eropa.

Lewat Tengah Hari, Rupiah Tembus Diatas Rp 14.500 per Dolar AS

Kesiapsiagaan RSUP Sanglah Denpasar Hadapi Covid -19, Tambah Ruang Isolasi

Italia Lockdown, WNI Ceritakan Kuliah Dilakukan Secara Online

 "Kami melakukan penyelamatan lewat aksi kami terhadap China," tuturnya merujuk kepada negara asal patogen dengan nama SARS-Cov-2 itu.

Dia mengatakan, kebijakan yang sama bakal diberlakukan juga di Benua Biru, seraya terus memantau perkembangannya untuk mempertimbangkan apakah larangan itu akan dicabut.

Juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri menerangkan, sanksi itu akan diterapkan kepada negara-negara yang masuk Area Schengen.

Antara lain Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Portugal, hingga Spanyol.

Presiden 73 tahun itu sempat berucap larangan tersebut juga mencakup kargo dan barang impor.

Namun, Gedung Putih mengklarafikasi hanya diterapkan pada terduga penderita.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved