Wabah Virus Corona: Trump Larang Perjalanan dari Eropa ke AS Selama 30 Hari
Presiden AS ke-45 itu menuturkan, sanksi itu bakal berlaku pada Jumat tengah malam waktu setempat (13/3/2020)
TRIBUN-BALI.COM - Presiden AS Donakd Trump menyatakan, dia melarang perjalanan dari Eropa selama 30 hari ke depan di tengah wabah virus corona.
Presiden AS ke-45 itu menuturkan, sanksi itu bakal berlaku pada Jumat tengah malam waktu setempat (13/3/2020).
Meski begitu, larangan itu tidak akan berlaku di Inggris. Dilansir Sky News Kamis (12/3/2020), Trump menyalahkan Uni Eropa karena dianggap tidak bertindak cukup cepat untuk mencegah virus corona.
Dia beralasan, klaster AS dari virus yang sudah diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai wabah global itu "diisi" oleh warga Eropa.
• Lewat Tengah Hari, Rupiah Tembus Diatas Rp 14.500 per Dolar AS
• Kesiapsiagaan RSUP Sanglah Denpasar Hadapi Covid -19, Tambah Ruang Isolasi
• Italia Lockdown, WNI Ceritakan Kuliah Dilakukan Secara Online
"Kami melakukan penyelamatan lewat aksi kami terhadap China," tuturnya merujuk kepada negara asal patogen dengan nama SARS-Cov-2 itu.
Dia mengatakan, kebijakan yang sama bakal diberlakukan juga di Benua Biru, seraya terus memantau perkembangannya untuk mempertimbangkan apakah larangan itu akan dicabut.
Juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri menerangkan, sanksi itu akan diterapkan kepada negara-negara yang masuk Area Schengen.
Antara lain Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Portugal, hingga Spanyol.
Presiden 73 tahun itu sempat berucap larangan tersebut juga mencakup kargo dan barang impor.
Namun, Gedung Putih mengklarafikasi hanya diterapkan pada terduga penderita.
Trump juga mengumumkan, dia akan memberlakukan keringanan pajak terhadap beberapa individu atau usaha untuk memperkecil dampak dari SARS-Cov-2.
Dia meginstruksikan Badan Usaha Kecil untuk memberi pinjaman lunak, supaya bisnis menengah bisa tetap bertahan di tengah wabah Covid-19, nama penyakit yang ditimbulkan.
"Ini bukanlah krisis finansial. Ini hanyalah gangguan sementara yang akan kami lewati baik sebagai bangsa maupun warga dunia," tegasnya.
Ini adalah perubahan sikap Trump setelah beberapa hari sebelumnya, dia berusaha menurunkan ketegangan akibat virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan itu.
Pemerintah setempat memberlakukan berbagai kebijakan setelah angka infeksi dari virus corona sudah mencapai lebih dari 1.000, dengan delapan orang meninggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/trump-dimakzulkan.jpg)