Cerita WNI di Italia: Lockdown Bukan Berarti Hidup Monoton
Melalui akun Instagram @ppimilan, video berdurasi 2 menit 58 detik ini diunggah ke IGTV dan menuai banyak dukungan serta komentar positif lainnya
TRIBUN-BALI.COM - Di tengah aturan lockdown yang ditetapkan pemerintah Italia, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Milan mengunggah video yang menunjukkan keceriaan dan cara mereka mengisi waktu.
Melalui akun Instagram @ppimilan, video berdurasi 2 menit 58 detik ini diunggah ke IGTV dan menuai banyak dukungan serta komentar positif lainnya dari warganet.
Memakai tagar #IORESTOACASA, yang dalam bahasa Indonesia berarti #DIRUMAHAJA, PPI Milan menunjukkan bahwa masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan di tempat tinggal masing-masing.
Ketua PPI Milan, Andrew Wibawa, mengatakan video ini diambil oleh masing-masing teman sendiri di akhir pekan lalu, yang kemudian masuk proses kompilasi dan editing minggu ini.
• Satgas Terus Cegah Penyebaran Covid-19 di Bali,Bentuk Posko di Desa & Karantina Pekerja Kapal Pesiar
• Pejabat Komite Olimpiade Jepang Minta Agar Olimpiade 2020 Ditunda
• Ini Obat Flu Avigan yang Akan Diborong Jokowi untuk Obati Pasien Virus Corona, Mujarab di Jepang
Selain membuat video, PPI Milan juga berbagi cerita dan semangat dengan #nongkrongonline di akhir pekan lewat video conference.
"Iya nongkrong online kegiatan dari PPI Milan sendiri. Tujuan utamanya untuk ngecek keadaan satu sama lain dan ngasih moral support sih."
"Nunjukin juga kalau kita ngejalananin ini sama-sama," ucap Andrew saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat.
Selain video, PPI Milan juga berencana membuat unggahan-unggahan lain tentang berbagi pengalaman, yang bisa dilihat di akun Instagram @ppimilan.
"Kita juga rencananya bakal mencoba bikin aktivitas lain seperti diskusi dan kajian via online juga, dan mungkin bikin pameran (showcasing) karya teman-teman di sini via online."
"Tapi ini masih dalam tahap perencanaan," tutur Ketua PPI Milan tersebut.
Mahasiswa Politecnico di Milano itu menambahkan, selama masa lockdown kawan-kawan PPI menghabiskan waktunya dengan belajar, karena proses belajar-mengajar dari kampus dialihkan ke online.
"Selain itu kita juga sambil sama-sama memantau keadaan di sini dan di Indonesia, juga sambil sama-sama memikirkan dan merumuskan tentang apa yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama." "Salah satunya dengan membuat video ini," lanjut Andrew.
Menurut pelajar yang tinggal di Milan ini, dampak lockdown sangat signifikan ke kegiatan sehari-hari, karena harus benar-benar berusaha mengikuti peraturan yang berlaku.
"Jadi ya benar stay di dalam rumah selama masa ini. Paling keluar rumah untuk kebutuhan penting saja, misalnya membekali makanan," kata Andrew.
Pria yang tinggal di Italia sejak September 2018 ini juga menceritakan pengalaman unik dirinya bersama teman-teman saat menjalani masa lockdown di Negeri "Pizza".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/warga-italia-mengenakan-masker-guna-mengantisipasi-penyebaran-virus-corona.jpg)