Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

50 Persen Pasien di Korsel Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Ini Cara yang Dilakukan Pemerintahnya

Menurut data dari Worldometers, hingga Sabtu (28/3/2020) jumlah kasus Covid-19 di Negeri "Ginseng" adalah 9.478, dengan 4.811 pasien sembuh.

Editor: Wema Satya Dinata
Ed Jones/AFP
Tes Covid-19 - Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes COVID-19 di sebuah bilik pengujian di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020. Sebuah rumah sakit Korea Selatan telah memperkenalkan bilik telepon. 

TRIBUN-BALI.COM - Kabar baik menghampiri Korea Selatan di tengah merebaknya wabah virus corona, dengan 50 persen pasiennya sembuh.

Menurut data dari Worldometers, hingga Sabtu (28/3/2020) jumlah kasus Covid-19 di Negeri "Ginseng" adalah 9.478, dengan 4.811 pasien sembuh.

Dengan demikian, 50,75 persen pasien virus corona di negara pimpinan Moon Jae-in tersebut telah pulih.

Meski begitu, seorang pejabat lembaga bencana bernama Yoon Tae-ho enggan berpuas diri terlalu cepat, dengan menyebutnya sebagai "pencapaian kecil".

Asosiasi Pesepakbola Kecewa dengan Keputusan PSSI Soal Pemotongan Gaji Pemain Ditengah Wabah Corona

Tips Karantina di Rumah yang Efektif Ala China untuk Menekan Penyebaran Virus Corona

Hasil Rapat Kasad Jenderal Andika Perkasa dengan Panglima TNI Terkait Penanganan Covid-19

 "Angka-angka itu adalah pencapaian kecil yang bisa dirayakan bersama oleh seluruh masyarakat kita," ungkapnya dikutip dari AFP.

Korsel sebelumnya sempat menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua di dunia, di bawah China.

Namun negara tuan rumah Piala Dunia 2002 tersebut sanggup mengendalikan wabah Covid-19 dengan memperbanyak tes.

Lebih dari 380.000 orang telah dites secara gratis.

Orang-orang itu dipilih atas rekomendasi dokter, atau hasil penelusuran dari pasien positif Covid-19 yang melakukan kontak ke orang lain

Bagaimana cara Korsel tangani Covid-19?

 Seoul mengadopsi kombinasi strategi kampanye peringatan kesehatan masyarakat dan uji besar-besaran.

Kerabat dari semua pasien yang terinfeksi dilacak dan diuji melalui swab tenggorokan dan hidung.

Setiap orang yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19 dilacak melalui ponsel

Pesan teks dikirim ke orang-orang di kode area yang sama, memperingatkan mereka dengan kasus-kasus baru yang terdeteksi di dekat rumah atau pekerjaan mereka.

Kesadaran masyarakat akan penyakit ini mendorong lebih banyak orang diperiksa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved