Terjebak Lockdown di Spanyol, Begini Cerita Putri Wakil Walikota Depok dari Sana
Spanyol yang telah memberlakukan status siaga atas wabah virus corona jenis baru (Covid-19) sejak 14 Maret lalu, tapi jumlah korban jiwa dilaporkan
Bahkan, warga yang melanggar tak segan-segang dijatuhi sanksi atau denda.
"Kalau ada warga yang ketauan keluar rumah bisa dikenai denga EUR 200 atau sekitar Rp 3 jutaan," sebut Vitha.
Meski demikian, pada lokasi-lokasi tertentu, warga masih bisa saling menyambangi satu sama lain. Misalnya, pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan sehari-hari, apotek, dan bank.
"Ke supermarket juga dibatasi dibatasi hanya boleh lima orang, makanya bisa bisa antre panjang,” beber dia.
Menurut Vitha, berhubung perkuliahan diliburkan maka kegiatan pembelajaran dilakukan secara online akibat kebijakan untuk tinggal di rumah tersebut.
Tak pelak, tugas-tugas dari kampus juga menumpuk ketimbang perkuliahan reguler saat kondisi normal.
Memang, pandemi corona ini telah banyak mengubah aktivitas. Awalnya, pihak kampus juga tidak siap dengan kebijakan pemerintah Spayol bahkan panik juga dengan semakin masifnya penularan.
"Tapi lama-lama bisa memahami dan sadar kalau keputusan lockdown ini untuk menjaga diri, bukan menambah pekerjaan rumah,” jelas Vitha.
Dari pengamatannya, ia tak memungkiri jika Spayol juga kewalahan membendung Covid-19.
"Rumah sakit penuh, pasien terus bertambah." Ujarnya.
Dengan banyaknya pasien di rumah sakit jelas pihak tim medis yang paling direpotkan.
Sebab itu, Vitha berujar, setiap pukul tujuh malam seluruh warga Spanyol kompak berdiri di balkon apartemen masing-masing. Mereka bertepuk tengan serentak.
“Itu sebagai wujud dukungan kepada tenaga medis,” tukasnya.
Lantas bagaimana situasi di Las Palmas, domisili Vitha saat ini? Ia menurturkan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) terus memantau keberadan pelajar dan WNI di Spayol.
"Saya apresiasi KJRI yang selalu menanyakan kondisi mahasiswa. Kami kerap melaporkan kondisi diri ke KJRI," kata Vitha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-ar.jpg)