Ini 3 Hal yang Bisa Dilakukan Investor Agar Bisa Cuan Ditengah Ketidakpastian Global
Jika Kamu ingin berinvestasi, Kamu harus terus mencermatinya dengan hati-hati dan mengetahui saat yang paling tepat untuk berinvestasi.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ditengah wabah virus Corona atau Covid-19, beberapa investor berfikir kembali untuk berinvestasi.
Hal itu karena perekonomian yang menurun, sehingga berinvestasi tidaklah mudah.
Namun, disisi lain anjloknya pasar saham saat ini dilihat oleh beberapa investor sebagai peluang untuk berinvestasi.
Jika Kamu ingin berinvestasi, Kamu harus terus mencermatinya dengan hati-hati dan mengetahui saat yang paling tepat untuk berinvestasi.
• Seni Decopage Pada Keben Beromzet Hingga Rp 70 Juta Perbulan
• Ringankan Beban Masyarakat, PDAM Gianyar Bebaskan Denda Meter Per Maret
• Pedagang Ini Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini yang Dikatakan Kepala Disperindag Karangasem
Lalu apa yang sebaiknya harus dilakukan oleh investor?
Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan investor agar bisa cuan ditengah ketidakpastian global. Antara lain :
1. Jangan mudah terpengaruh kondisi pasar
Pelemahan pada bursa-bursa saham di Asia yang dibebani oleh ketidakpastian wabah virus coronavirus (Covid-19), dan kejatuhan harga minyak dunia setelah OPEC gagal mencapai kesepakatan dengan sekutunya mengenai pemotongan produksi, turut berpengaruh ke kondisi pasar modal Indonesia sepanjang pekan ini.
“Anjloknya IHSG yang diikuti dengan volatilitas tinggi membuat investor cenderung menahan diri untuk masuk ke pasar saham. Pasar saham memang memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan pasar obligasi atau pasar uang,” kata Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) melalui siaran resmi, Jumat (14/3/2020).
Freddy mengatakan, kadang pasar saham berada dalam tren penguatan (bullish).
Kadang dalam tren pelemahan (bearish) atau terkadang berada dalam pola mendatar (sideways).
Untuk itulah pasar saham hanya cocok bagi investor yang memiliki profil risiko agresif dan memiliki horizon jangka panjang, dalam arti dana yang diinvestasikan tidak untuk digunakan dalam waktu dekat.
Saat IHSG mengalami penurunan, akan muncul berita-berita pesimis yang mudah ditemui di berbagai media baik tertulis, daring (online), maupun berita-berita yang belum jelas kesahihannya yang menyebar lewat media sosial sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi investor awam.
Sebaliknya, ketika IHSG menguat kita pun dengan mudah pula akan menemukan berita dan analisa yang berlebihan memprediksi seberapa menguat IHSG akan berlanjut.
2. Melihat ketapatan waktu berinvestasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-grafik-investasi.jpg)