Ringankan Beban Masyarakat, PDAM Gianyar Bebaskan Denda Meter Per Maret
PDAM Gianyar atau Perumda Tirta Sanjiwani, telah mengeluarkan kebijakan yang relatif meringankan beban pelanggan di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – PDAM Gianyar atau Perumda Tirta Sanjiwani, telah mengeluarkan kebijakan yang relatif meringankan beban pelanggan di tengah pandemi Covid-19.
Kebijakan tersebut adalah meniadakan denda untuk pelanggan per Maret 2020 ini.
Terkait upaya menghindari penyebaran virus, PDAM Gianyar meminta masyarakat mengirim foto meteran pada petugas baca meter via WhatApp.
“Denda meter ditiadakan untuk bulan Maret. Jika terus berlanjut, sesuai local goverment policy maka manajemen akan follow up untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana, Minggu (29/3/2020).
• Tenaga Medis Covid-19 RSUD Sanjiwani Belum Cek In di Hotel Gianyar
• Pedagang Ini Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini yang Dikatakan Kepala Disperindag Karangasem
• Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang, Disdikpora Badung Minta Orangtua Ikut Membimbing
Jawaban tersebut diberikan atas pertanyaan kebijakan apa yang diberikan, mengingat kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemik covid-19, sangat carut-marut.
Selain itu, pihaknya meminta partisipasi pelanggan terkait pencegahan penyebaran covid-19, maka pelanggan diharapkan memotret nomer sambungan dan water meter (WM), lalu dikirim melalui pesan WhatApp petugas pembaca water meter.
“Karena mengindari kontak langsung ke rumah pelanggan, bahkan ada pembaca WM yang tidak diperkenankan masuk ke halaman rumah pelanggan, maka kami minta kerjasamanya agar mengirimkan kami fotonya via WA,” ujarnya.
• Ratusan WNI ABK MSC Seaview dari Brazil Tiba di Bali
• Antisipasi Penyebaran Covid-19, Mulai Esok Pasar di Denpasar Tutup Pukul 21.00 Wita
• Riwayat Anggota DPR RI Asal Pati Imam Suroso Meninggal Dunia, Kolega Ungkapkan Ini
Sastra mengungkapkan, sejak pemerintah menerapkan sosial distancing, penggunaan air relatif besar.
Sastra menceritakan, sebelumnya terjadi penurunan tekanan.
Saat itu pihaknya mengira terjadi kebocoran pada pipa. Namun setelah ditelusuri dan dianalisis, tekanan rendah tersebut diakibatkan besarnya penggunaan air oleh masyarakat.
“Kemungkinan karena masyarakat lebih sering mandi dan cuci tangan, terutama saat siang hari. Terbukti saat malam hari tekanan air kembali naik. Kesadaran masyarakat meningkat karena air PDAM mengandung klorin yang dapat membunuh virus, maka terjadi peningkatan penggunaan air,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pdam_20160818_213343.jpg)