Ngopi Santai

Senyum Seorang Tukang Batu

Denpasar selalu bergerak lebih lamban dan hening di hari Minggu. Tapi tidak di sepenggal banjar bernama Kertagraha Kesiman.

Gambar oleh Alexas_Fotos dari Pixabay
Ilustrasi Foto Orang Bahagia dan Positif 

TRIBUN-BALI.COM, -- Denpasar selalu bergerak lebih lamban dan hening di hari Minggu. Tapi tidak di sepenggal banjar bernama Kertagraha Kesiman.

Jam delapan kurang lima belas menit, Siswanto (41) menyiapkan diri.

Dia mengenakan “seragam” kerja harian yang terdiri dari paduan celana panjang dan baju kaus oblong.

Dia memilih baju berlengan panjang kumal, tutup kepala dan kaus tangan.

Tak lupa masker mengingat pekerjaannya berlepotan debu dan kini sedang musim pandemi Covid-19.

Sambil siapkan peralatan, dia mengingatkan Tono (25), pembantunya mengenai pekerjaan apa yang akan mereka lakoni pertama kali hari itu.

“Siapkan campuran semen. Kita selesaikan pemasangan keramik di kamar ujung,” katanya. Tono menganggukkan kepala.

Ahad bukan hari libur bagi Siswanto yang mengarungi hidup sebagai tukang batu. Dia bekerja penuh tujuh hari dalam seminggu. Demikian juga pembantunya.

Baru saja mereka bisa istirahat dua hari saat libur Nyepi dan Ngembak Geni.

Hari itu, hari Minggu kelima bulan Maret 2020. Tepat pukul 08.00 Wita, Siswanto dan Tono mulai beraksi memasang keramik.

Halaman
1234
Penulis: DionDBPutra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved