Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Senyum Seorang Tukang Batu

Denpasar selalu bergerak lebih lamban dan hening di hari Minggu. Tapi tidak di sepenggal banjar bernama Kertagraha Kesiman.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Gambar oleh Alexas_Fotos dari Pixabay
Ilustrasi Foto Orang Bahagia dan Positif 

Siswanto tidak sendirian. Mengingat kebutuhan membangun kos dengan 14 kamar ini, kontraktor mempekerjakan 4 orang tukang batu dan 4 buruh atau pekerja yang membantu tukang.

Lima dari delapan orang itu termasuk Siswanto langsung menginap di tempat kos yang sedang dibangun tersebut.

Yang lain di rumah kontrakannya di Denpasar Untuk makan minum Siswanto dan Tono masak
sendiri.

Letak tempat kos yang sedang dibangun ini cuma selemparan batu dari pondokan tempat saya tinggal sehingga saya jadi terbiasa menyantap irama kerja mereka yang sungguh mengundang takjub.

Pembangunan kos memasuki bulan ketujuh.

Selama itu saya membiarkan diri terpana mengikuti dinamika perkembangannya. Tukang yang kerja silih berganti. Bangunan utama dua lantai sudah selesai.

Kini memasuki pekerjaan akhir seperti pengecatan tembok, pasang keramik, merajut jaringan listrik, AC dan asesoris lain yang membutuhkan tukang sesuai kualifikasi masing-masing. Telaten dan displin.

Para tukang itu telaten dan disiplin bekerja mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita karena hanya dengan cara begitulah mereka akan dibayar.

Mereka tak mengenal libur, kecuali dalam kondisi khusus seperti saat perayaan hari suci Nyepi 25 Maret 2020.

Yang penting bagi seorang tukang adalah kerja sampai borongan selesai atau kerja saban hari agar bisa menerima upah demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sis bercerita banyak koleganya sesama tukang batu, tukang kayu, tukang las dan lainnya hari-hari ini belum mendapatkan pekerjaan. Mengganggur. Bukan semata karena dampak pandemi Corona.

Para tukang bangunan umumnya belum dapat pekerjaan lantaran proyek fisik pemerintah memang belum bergulir di awal tahun.

Lazimnya dana pembangunan proyek fisik yang bersumber dari APBD atau APBN baru cair pada triwulan kedua dan seterusnya.

Saat itulah kelompok pekerja seperti Siswato baru mendapat banyak order.

“Setelah bulan April biasanya tawaran kerjaan banyak,” kata Sis.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved