Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Senyum Seorang Tukang Batu

Denpasar selalu bergerak lebih lamban dan hening di hari Minggu. Tapi tidak di sepenggal banjar bernama Kertagraha Kesiman.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Gambar oleh Alexas_Fotos dari Pixabay
Ilustrasi Foto Orang Bahagia dan Positif 

Proyek fisik non pemerintah pun sama. Jarang orang perorangan atau lembaga swasta memulai pembangunan di awal tahun, bulan Januari sampai Maret.

Pandemi Corona yang mengamuk sejak Januari 2020 menambah prahara. Order benar-benar sepi bagi para tukang bangunan. Sejumlah proyek fisik yang sedang berjalan pun terhenti atau tertunda.

“Sebagian teman sudah pulang ke Jawa. Yang lainnya lagi nganggur di sini,” kata Sis yang berasal dari Jawa Timur.

Sis bersyukur masih mendapat order pekerjaan memasang keramik di kos-kosan tersebut. Dengan begitu dia bisa rutin mengirim uang kepada istrinya di kampung halaman.

“Alhamdulilah masih diberi rezeki. Saya punya tiga anak. Yang sulung SMA, adiknya SMP dan yang bungsu masih SD,” katanya tersenyum.

Sis memang pria yang ceria. Suka berguyon dan ramah kalau diajak ngobrol di sela-sela waktunya istirahat kerja.

Dia juga piawai memetik gitar dan berdendang. Suaranya tak seberapa merdu namun tetap enak didengar.

Malam ketika mata belum mengantuk dan tubuh masih enggan rebahan, Sis akan memainkan gitar sambil
bernyanyi lagu pop hingga dangdut.

Tembang lawas sampai yang sedang hits karya Didi Kempot.

Sis termasuk tukang batu berpengalaman. Dia telah berkelana ke banyak tempat. Pernah kerja proyek bangunan di Sulawesi Selatan, Lombok, Palembang, bahkan sempat setahun di negeri jiran Malaysia.

Ke manapun pergi, gitarnya selalu dibawa. “Saya suka nyanyi, iseng saja mengisi waktu luang,” tuturnya.

Sis mengaku tahu secuil informasi tentang pandemi Corona, dampak serta cara mencegah sebagaimana anjuran pemerintah.

“Tahu sedikit Mas dari cerita teman-teman dan baca berita kalau sempat,” ujarnya datar.

Sis paham kebijakan menjaga jarak aman alias physical distancing. Pun karantina total suatu wilayah (lockdown).

“Udah kebayang efeknya Mas,” kata Sis ketika kutanya seandainya pemerintah terpaksa memberlakukan lockdown lantaran wabah Covid-19 tak kunjung reda di persada Nusantara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved