Corona di Bali
Anggota Dewan Bali Jalani Rapid Test Deteksi Covid-19 meski di Luar Kelompok Berisiko
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mendapatkan fasilitas rapid test guna mendeteksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mendapatkan fasilitas rapid test guna mendeteksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Pelaksanaan rapid test itu dilakukan di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Selasa (31/3/2020).
Salah satu anggota Komisi III DPRD Bali Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa mengatakan, dirinya menjalani tes hanya berlangsung selama 15 menit dan hasilnya langsung muncul.
"Saya negatif hasilnya," jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
• Episentrum Covid-19 Bergeser ke AS dan Eropa, Jokowi Minta Jajarannya Awasi Mobilitas Warga Asing
• Antisipasi Penyebaran Covid-19, 3 Tempat Bermain Anak di Denpasar Ditutup
• Manajemen ITDC Rutin Lakukan Disinfeksi Kawasan The Nusa Dua, Kini Okupansi Hotel 30 Persen
Sehari sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendatangkan 8.000 pieces alat rapid test dan 1.000 Alat Pelindung Diri (APD).
Dijelaskan olehnya, alat rapid test yang didatangkan akan digunakan pada kelompok masyarakat yang paling beresiko terjangkit Covid-19, meliputi tenaga medis dan petugas lain yang melakukan screening di bandara.
"Kepada mereka kita akan laksanakan rapid test untuk menyakinkan bahwa mereka sehat sehingga ada kepercayaan diri untuk melajutkan tugasnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.
• Beredar Info Satu Warga Perempuan Terinfeksi Covid-19, Kadus Gelogor Carik Buka Suara
• Pemprov Bali Datangkan 8000 Pieces Alat Rapid Test dan 1000 APD untuk Tangani Pandemi Covid-19
Tak hanya itu, rapid test juga akan dilakukan kepada petugas pengawasan (surveillance) yang melakukan contact tracing kepada yang suspect, pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif.
"Tentunya tim surveilans berhadapan dengan orang yang berisiko, maka kepada mereka kita juga prioritaskan untuk melakukan rapid test," tuturnya.
Oleh karena itu, anggota DPRD Bali bukan termasuk kelompok berisiko terkena Covid-19. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-rapid-test-di-gedung-dprd-bali.jpg)