Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Citizen Journalism

Merdeka Belajar Ala Komunitas Belajar English Corner di Desa Sidatapa Kecamatan Banjar,Buleleng Bali

Sejak didirikan pada 19 Jauari 2019 atas inisiatif Bapak Wayan Ariawan, English Corner didedikasikan untuk menghasilkan tenaga terampil berbahasa

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Merdeka Belajar ala Komunitas Belajar English Corner (ECOR) di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali 

 Berdasarkan laporan PISA terbaru yang hasilnya keluar pada hari Selasa 3 Desember 2019 didapati hasil bahwa skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 negara dari 77 negara.

 Skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, sedangkan skor sains ada di peringkat 70 dari 78. Tiga skor itu kompak menurun dibanding hasil tes PISA 2015.

 Dengan melihat gejala pembusukan alih-alih kemunduran pada sistem pendidikan kita yang dibuktikan dengan penurunan kompetensi peserta didik dari tahun ke tahun, nampaknya bidang pendidikan perlu segera mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

 Di tengah keringnya narasi tentang pendidikan dan lingkungan, ditambah minimnya agen perubahan sosial yang mampu menjadi penggerak dan pembeda di masyarakat, Komunitas Belajar English Corner yang beralamat di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar Buleleng Bali lahir sebagai sebuah gerakan belajar yang mampu memadumadankan keduanya.

  Sejak didirikan pada 19 Jauari 2019 atas inisiatif Bapak Wayan Ariawan, English Corner didedikasikan untuk menghasilkan tenaga terampil berbahasa asing khususnya Inggris.

 Di samping itu, kehadiranya merupakan respon terhadap penetapan Desa Sidatapa menjadi desa wisata di Kecamatan Banjar sejak tahun 2017.   

 Sebelum berkembang menjadi sebuah komunitas belajar yang telah memiliki banyak cabang di seluruh Bali, proses pendirian awal ditempuh melalui jalan yang tidak gampang.

 Mereka harus berhadapan dengan stigmatisasi sosial masyarakat yang terbentuk karena prosesualisasi sejarah dan lingkungan. Sejak Majapahit menguasai Bali di tahun 1343 Masehi,

 Warga Desa Sidatapa adalah salah satu dari sekian banyak desa pegunungan Bali yang menjadi pelopor penolakan terhadap penetrasi politik Jawa.

 Mereka mewakili peradaban pra Majapahit, atau istilah kerennya Bali Kuno yang hingga saat ini masih tetap dilestarikan terutama dalam bentuk rumah tradisional dan beberapa tradisi lainnya.

 Oleh karena letaknya di kawaan perbukitan sehingga menjadi benteng alami yang sulit ditembus musuh, di samping keahlian berperang yang dimiliki warga desa, menyebabkan usaha-usaha penetrasi Majapahit selalu mengalami kegagalan.

Prosesualisasi historis itulah yang kemudian membentuk karakteristik warga Desa Sidatapa yang diperkuat dengan streotipisme dari masyarakat desa lain yang menganggapnya sebagai pribadi yang kaku, antisosial, tidak ramah, dan lekas marah.  

 Akibatnya warga Desa Sidatapa selalu menaruh curiga dengan sesuatu yang “asing”.

 Namun,  melalui pendekatan persuasif yang dilakukan secara terus menerus, derajat penerimaan dan persepsi sosial masyarakat berubah.

Pada akhirnya warga Desa Sidatapa mendukung sepenuhnya kehadiran Komunitas Belajar English Corner di desanya. Sebaliknya, kehadiran English Corner dengan aktivitas pendidikan dan gerakan lingkungan secara tidak langsung mencairkan stigma negatif yang selama ini dilabelkkan kepada warga Desa Sidatapa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved