Corona di Bali

Satu PDP Sudah Dipulangkan dari BRSU Tabanan, Hasil Swab Seorang WNA Dinyatakan Negatif

Hingga Rabu (1/4/2020) sore, jumlah ODP yang tercatat sebanyak 160 orang dengan klasifikasi 111 orang tanpa gejala (OTG) dan 39 ODP.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana tampak depan Ruang Isolasi BRSU Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN BALI.COM, TABANAN - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Tabanan terus bertambah setiap harinya.

Hingga Rabu (1/4/2020) sore, jumlah ODP yang tercatat sebanyak 160 orang dengan klasifikasi 111 orang tanpa gejala (OTG) dan 39 ODP.

Peningkatan mencapai 60 orang sehari, sebab Selasa (31/3) kemarin jumlah ODP sebanyak 90 orang.

Dibalik penambahan ODP, ternyata ada kabar baik yang datang dari pasien positif Covid dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di BRSU Tabanan.

Keluarga yang Sempat Kontak dengan PDP di Bangli Dikarantina Selama 14 Hari

Tinggal di DKI Jakarta, Bek Kiri Bali United Ini Bagikan Tips agar Tetap Aman dari Covid-19

Usai Kecolongan Kapal Viking Sun, Kini Pemkot Denpasar Larang Kapal Pesiar Sandar di Pelabuhan Benoa

Satu dari dua orang pasien (WNA) yang sebelumnya positif, saat ini sudah negatif. Hanya saja keduanya (positif dan negatif) masih perlu mendapatkan perawatan.

Sedangkan satu orang PDP yang sebelumnya dirawat di Ruang Isolasi BRSU Tabanan hasil tes nya sudah keluar dan dinyatakan negatif.

Karena kondisinya sudah stabil (sehat), pasien tersebut sudah boleh dipulangkan.

"Semua hasil tes labnya sudah keluar, satu pasien masih positif dan dua negatif (salah satunya PDP). PDP yang dinyatakan negatif sudah boleh dipulangkan, sedangkan dua pasien yang sebelumnya positif masih dirawat dengan pertimbangan tertentu," kata Kasatgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, Rabu (1/4).

Dia menjelaskan, salah satu pasien positif yang sebelumnya dinyatakan negatif masih menjalani perawatan.

"Dua pasien positif masih dirawat di ruang isolasi. Nanti akaan di tes lagi untuk melihat perkembangannya," katanya.

Gede Susila melanjutkan, untuk upaya pencegahan masih terus dilakukan secara rutin dengan cara penyemprotan desinfektan terutama di fasilitas pelayanan publik.

Kemudiaan untuk persiapan RS Nyitdah sebagai rumah sakit alternatif penanganan covid-19 sudah mencapai 80 persen.

"Para tenaga medis yang menjadi SDM operasional sudah mendapatkan pelatihan dan siap diserahkan ke RS Nyitdah," katanya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved