Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Benarkah Kuku Panjang Mempermudah Penularan Virus Corona? Ini Kata Ahli

Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita dianjurkan agar sering mencuci tangan dengan benar, dan rasanya hampir semua orang melakukan hal itu

Tayang:
today.com via Tribun Travel
Ilustrasi Kuku. 

TRIBUN-BALI.COM - Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita dianjurkan agar sering mencuci tangan dengan benar, dan rasanya hampir semua orang melakukan hal itu.

Namun, sudahkah kita memerhatikan kuku?

Dilansir laman Metro.co.uk, seorang suster dari Australia menuliskan lewat laman Facebook-nya, kuku-kuku yang panjang bisa membuat penyebaran virus corona berlangsung lebih cepat.

Alasannya, karena kuku bisa menjadi sarang kuman, bakteri, bahkan virus.

Maka, disarankan untuk menjaga kuku-kuku, terutama kuku jari tangan agar tetap pendek.

Daftar 22 Nama Terpidana Korupsi Berpeluang Bebas Akibat Virus Corona

Ini 5 Daya Tarik Wanita Tomboi di Mata Pria, Seru Hingga Penuh Tantangan

Ditanya Anak Kecil Soal Menjadi Terkenal, Suho EXO Beri Pernyataan Menyakitkan  

Bagaimana mengecek apakah kuku kita cukup pendek atau tidak?

Menurut dia, cobalah menempelkan dua ujung jari secara berhadapan.

Jika yang dirasakan adalah pertemuan kuku alih-alih daging jari, artinya kuku sudah terlalu panjang, dan perlu segera dipotong.

"Jika kita tidak bisa menggosok ujung-ujung jarimu ke telapak tangan satunya lagi, maka proses mencuci tangan pun belum benar-benar bersih, tak peduli seberapa lama kita mencuci tangan."

"Jadi, tolong, setidaknya selama pandemi ini, pastikan kukumu tetap pendek," tulis dia.

Mengenai saran suster tersebut, Dr. Neha Pathak, menjelaskan mengapa orang-orang perlu menjaga kebersihan kuku selama masa pandemi.

WIKI BALI - Posisi, Sejarah, Misi Visi Desa Dangin Puri Kauh Denpasar

Lansia Garong Emas 3 Kilogram Meninggal Diduga Covid-19, Polisi Yang Menangkapnya Kini Wajib Isolasi

Sosok Cristiano Ronaldo Dijadikan Mata Kuliah di Universitas Ternama Kanada

Dr. Neha Pathak adalah Editor Medis WebMD sekaligus dokter perawatan primer tersertifikasi yang fokus pada pengobatan internal dan gaya hidup.

Memang, kata Pathak, kuku bisa menjadi sarang kuman dan semakin panjang kuku akan memfasilitasi penyebaran virus.

Namun, belum diketahui apakah virus corona bisa hidup di kulit atau kuku.

"Penting untuk diingat bahwa kita masih terus mempelajari banyak hal tentang virus ini karena kita baru saja mengetahuinya selama sekitar empat bulan terakhir," kata Pathak kepada Insider.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved