Puluhan Ribu Pekerja Bali Dirumahkan & Ratusan Orang Kena PHK, Sekjen FSPM Bali Angkat Bicara

Rai menilai kebijakan mem-PHK di tengah wabah covid 19 ini adalah langkah yang terburu-buru. Sebab, pandemi corona

Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali, Ida I Dewa Made Budi Darsana. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Puluhan ribu pekerja Bali yang dirumahkan dan ratusan pekerja yang di PHK akibat pandemi corona (Covid 19) membuat Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) angkat bicara. 

Sekjen FSPM Regional Bali, Ida I Dewa Made Rai Budidarsana berpendapat bahwa fenomena ini adalah bentuk ketidakadilan dari para pengusaha yang langsung mem-PHK karyawan mereka di tengah pandemi corona. 

 "Jelas ini tidak adil. Dalam artian begini, pekerja itu kan sudah diajak bersama-sama membangun perusahaannya, menjaga eksistensi perusahaannya, kemudian selama berpuluh tahun perusahaan itu berdiri sudah keuntungannya juga sudah dikumpulkan atas kontribusi pekerja, sekarang main PHK kan tidak adil," kata Rai saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (10/4/2020)

Rai menilai kebijakan mem-PHK di tengah wabah covid 19 ini adalah langkah yang terburu-buru. Sebab, pandemi corona ini baru berlangsung selama dua bulan. 

Ingat! Pendaftaran Kartu Pra Kerja Dimulai Sabtu Besok, Berikut Tahapan yang Harus Diikuti Peserta

Mendikbud Izinkan Dana BOS Digunakan untuk Beli Kuota Internet, Disdikpora Bali: Belum Diterapkan

Tak Semua Sektor Lesu, Ini Contoh Usaha yang Tumbuh di Bali Saat Pandemi Covid-19

Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, jumlah tenaga kerja di Bali yang sudah dirumahkan sebanyak 34.716 orang dan yang di PHK sebanyak 733 orang. 

Soal banyaknya pekerja di Bali yang dirumahkan, menurut Rai sah sah saja asalkan ada kebijaksanaan dari pemilik perusahaan kepada karyawan yang dirumahkan tersebut. 

"Jadi kebijakan untuk menutup merumahkan pekerjanya, dan menutup sebagian tempat usaha itu sah sah saja, tapi kami memohon agar mereka juga bijaksana. Karena bagaimanapun pekerja itu kan juga punya keluarga, punya tanggungan," harap Rai

Jikapun merumahkan karyawan adalah jalan satu-satunya yang harus dilakukan oleh perusahaan, Rai berharap ada sebuah negosiasi antara perusahaan dan pekerja untuk bisa sama-sama berjalan atau win win solution.

"Misalnya yang kerjaannya masih bisa dilakukan dari rumah, ya kerjakan dirumah. Sehingga perusahaan masih bisa memberikan kontribusi dan karyawan juga memberikan kontribusi, sehingga sama-sama jalan," kata Rai

 Di satu sisi, Rai mengapresiasi kepada perusahaan yang masih bersikap bijaksana di tengah pandemi covid 19 ini.

"Masih ada perusahaan yang berbaik hati, artinya tidak semua perusahaan yang bersikap sewenang-wenang dan ingin menang sendiri," katanya

 Dia berharap agar para pengusaha bisa ikut menjaga stabilitas bangsa. Sebab, jika semua perusahaan melakukan PHK, maka akan banyak konflik sosial yang terjadi di Indonesia khususnya di Bali. 

"Kami berharap sekali kepada pengusaha ini memiliki hati nurani. Kami hanya bisa mengimbau dan mengharapkan kebijaksanaan dari pengusaha. Bagaimana pun juga buruh dan pekerja itu adalah aset perusahaan yang sangat berharga," harap Rai

Soal kebijakan pemerintah untuk memberikan peluang kepada para pekerja dan calon pekerja untuk bisa ikut dalam program kartu Pra Kerja mendapat sambutan positif dari FSPM

"Pada dasarnya kami dari FSPM sangat menyambut baik. Paling tidak itu sedikit menjadi harapan segar bagi yang terdampak dari virus corona ini. Mereka ada yang di PHK, ada yang dirumahkan dan ada yang mendapatkan 50 persen gaji, 25 persen gaji. Jadi buat kami kartu pra kerja ini menjadi solusi dalam situasi seperti ini," kata Rai. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved