Harga Ayam Potong Ditingkat Peternak Anjlok, Dijual Hanya Rp 7 Ribu per Kilogram

Sebelum adanya wabah virus corona, harga ayam potong yang masih hidup, dia jual sekitar Rp 17 hingga Rp 18 ribu per kilogram.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pedagang ayam potong di Pasar Anyar. 

TRIBUN –BALI.COM, SINGARAJA - Harga ayam potong di tingkat peternak anjlok, hingga 50 persen.

Satu kilogramnya dibanderol hanya Rp 7 ribu.

Konon, hal ini diakibatkan oleh banyaknya pasokan ayam, sementara jumlah permintaan menurun.

Putu Dewi, salah satu peternak di Kecamatan Sawan, Buleleng dikonfirmasi Jumat (17/4/2020)  mengatakan, penurunan harga ini terjadi sekitar seminggu yang lalu.

Sebelum adanya wabah virus corona, harga ayam potong yang masih hidup, dia jual sekitar Rp 17 hingga Rp 18 ribu per kilogram.

Relawan Bagikan 3.800 Masker Sasar Pasar dan Terminal di Denpasar

Liga Diliburkan, Bek Bali United Leonard Tupamahu Tetap Lakukan Latihan di Mes dan Rutin Bersepeda

Terlibat Tindak Pidana Skimming, Kasus Dua WN Filipina Dilimpahkan ke Kejari Denpasar

Namun kini, dengan adanya wabah virus corona, jumlah permintaan mulai menurun.

Sehingga ia merelakan untuk menjual ayam potong yang masih dalam keadaan hidup, kepada pengepul seharga Rp 7 ribu per kilogram.

"Biasanya umur ayam yang dijual 35 hari. Tapi sekarang umurnya sudah sampai 50 hari, masih belum ada yang beli. Jadi terpaksa jual murah ke pengepul, untuk menutupi modal pakan saja," terangnya.

Sementara Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Buleleng, Made Suparma mengakui jika harga ayam potong ditingkat peternak anjlok.

Namun harga di pasaran justru relatif stabil, yakni kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 32 ribu.

"Kami juga belum tau kenapa harga di peternakan justru anjlok. Apakah mungkin karena wabah covid sehingga pengaruh daya beli masyarakat menurun atau bagaimana. Sedang kami cari tau," katanya.

Saat disinggung apakah akan ada subsidi ditingkat peternak akibat wabah virus corona ini, Suparma mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak, sebab subsidi untuk peternak atau petani memang tidak ada.

 "Sesuai peraturan memang bantuan berupa subsidi atau uang memang tidak boleh. Selama ini bantuan yang diberikan hanya berupa bibit saja. Namun sekarang anggaran itu kan sedang direfocusing untuk penanganan covid. Kami hanya menunggu kebijakan pimpinan saja," jawab Suparma. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved