Corona di Bali

BREAKING NEWS: Satu PMI dan Seorang Pedagang di Buleleng Terkonfirmasi Positif Corona

Kedua pasien merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pedagang di salah satu desa di Buleleng.

tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif, yang dirawat di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng pada Selasa (21/4/2020) siang, bertambah dua orang.

Kedua pasien merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pedagang di salah satu desa di Buleleng. 

Sekda Buleleng yang juga sebagai Sekretaris Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, untuk PMI baru yang terkonfirmasi positif virus corona sebelumnya sempat menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, sehingga masa pantaunya sudah selesai.

Namun belakangan, saat hendak mencari surat keterangan sehat di Puskesmas, hasil rapid testnya terkonfirmasi positif virus corona.

Bukan Covid-19, Bule Terkapar di Pemogan Densel Karena Pengaruh Minuman Beralkohol

Jajaran TNI dan Polri di Badung Dirikan Dapur Umum di Pasar Beringkit dan Bagikan 500 Nasi Bungkus

Praktis PMI itu dibawa ke RS Pratama Giri Emas untuk diisolasi dan diswab.

Belakangan diketahui, berdasarkan swab, PMI tersebut dinyatakan positif corona, sehingga Gugus Tugas melakukan tracing kepada orang-orang yang sempat kontak dengan PMI tersebut. "Selama isolasi mandiri, PMI itu memang tidak pernah keluar rumah. Dia hanya kontak dengan lima keluarganya. Keluarganya sudah kami tracing dan dirapid, hasilnya negatif. Namun mereka tetap kami minta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah," klaim Suyasa. 

 Mengingat banyaknya kasus PMI yang sudah 14 hari menjalani isolasi mandiri di rumah, namun ternyata positif virus corona, Suyasa menyebut pihaknya akan kembali melakukan rapid test, khusus kepada PMI yang sudah 30 hari lalu berada di Buleleng.

"Ini memang tren baru. Ada beberapa kasus yang mengalani hal sepeti ini. Kami akan kembali me-rapid kembali PMI yang sudah 30 hari lalu berada di Buleleng. Kebijakan bupati juga akan membeli rapid antigen, agar lebih cepat bisa mendeteksi para PMI,"  terangnya. 

Bertepatan Tilem Sasih Kadasa, Desa Adat Bungaya Karangasem Gelar Upacara Nunas Ica Peneduh Gumi

Kebanyakan Rebahan Saat di Rumah Aja Bisa Indikasikan Depresi, Ini yang Harus Kamu Lakukan

 Sementara untuk pedagang di salah satu desa di Buleleng yang terkonfirmasi positif, dikatakan Suyasa terinfeksi virus corona karena sempat melakukan kontak dengan salah satu pasien positif yang dirawat di Denpasar.

Sebelum diisolasi di RS Pratama Giri Emas, pedagang itu sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Buleleng.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved