Corona di Bali

Tak Pakai Masker, Pengunjung Pasar Banyuasri Buleleng Disuruh Pulang

ditemukan ada beberapa pengunjung pasar yang tidak mengenakan masker, dan langsung diminta untuk segera meninggalkan pasar oleh petugas.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Aparat Desa Adat Banyuasri saat menggelar sidak di Pasar Banyuasri Selasa (21/4) pagi. Hasilnya, beberapa pengunjung ditemukan tidak mengenakan masker, dan langsung diminta untuk segera meninggalkan Pasar Banyuasri 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebagai upaya mendisiplinkan warga untuk terus mengenakan masker ditengah wabah virus corona,  Aparat Desa Adat Banyuasri pada Selasa (21/4/2020) pagi menggelar sidak di Pasar Banyuasri.

Hasilnya, ditemukan ada beberapa pengunjung pasar yang  tidak mengenakan masker, dan langsung diminta untuk segera meninggalkan pasar oleh petugas.  

 Kelian Banjar Adat Banyuasri Kelod, Jro Mangku Made Susila mengatakan, sebelum menggelar sidak ini, pihaknya sudah tiga kali memberikan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung di Pasar Banyuasri untuk terus mengenakan masker, agar terhindar dari penyebaran virus corona.

Imbauan juga sudah dipasang di beberapa sudut pasar. Namun, pihaknya masih saja menemukan beberapa masyarakat yang membandel, tidak mengenakan masker.

Di Tengah Pandemi Covid-19, Putu Supartika Inisiasi Program Cerpen Suara Saking Bali

Yamaha DDS Bali bersama YRFI Bagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer

BREAKING NEWS 23 April Desa Adat Ketewel Gelar Nyepi Sipeng, Warga Tidak Boleh Keluar Rumah

Sehingga Aparat Desa Adat Banyuasri memutuskan untuk menggelar sidak, serta menerapkan sanksi tegas bagi yang melanggar. 

 Tak tanggung-tanggung, desa adat memberikan sanksi berupa menyegel lapak bagi pedagang yang  melanggar, selama tiga hari.

Pihaknya juga akan membawa pedagang yang melanggar itu ke wantilan Desa Adat Banyuasri untuk diberikan pemahaman.

Sementara bagi pengunjung yang tidak mengenakan masker, diminta untuk segera meninggalkan pasar. 

 "Ini untuk memutus mata rantai covid-19, biar cepat hilang. Kami berharap masyarakat paham dan mau bekerjasama. Kami sudah menyebar petugas dijumlah titik  untuk mengawasi. Tidak ada alasan lagi tidak punya masker, karena kami sudah membagikan masker kepada seluruh pedagang," terangnya. 

 Sementara untuk sanksi berupa denda, Susila mengaku masih mempertimbangkan, mengingat akibat virus corona ini, ekonomi masyarakat juga ikut terdampak.

"Untuk denda, memang sudah tertuang dalam rencana biar ada shock therapy. Tapi dalam situasi serba sulit ini, kami masih mempertimbangkan. Kami harap semua masyarakat yang berada di wewidangan Banyuasri menaati peraturan ini. Bukan kami arogan, tapi ini untuk kebaikan kita bersama," ucapnya. 

 Dari pantauan di lokasi sidak, petugas tidak menemukan adanya pedagang yang melanggar.

Mereka seluruhnya sudah mengenakan masker, meski ada beberapa yang belum mengenakannya secara benar.

 Sementara untuk pengunjung,   ada sekitar empat orang yang ditemukan tidak mengenakan masker. Petugas pun langsung menyuruh mereka untuk segera meninggalkan pasar. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved