16 Tahun Bekerja di Kapal Pesiar, Mahendra Beri Tips agar Karier Cemerlang
Sebagai seorang yang pernah bekerja di kapal pesiar selama 16 tahun, IB Mahendra Putra berbagi tips agar bisa berkarir cemerlang di kapal pesiar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebagai seorang yang pernah bekerja di kapal pesiar selama 16 tahun, IB Mahendra Putra yang juga founder sekolah perhotelan dan pariwisata Atlantis International College berbagi tips agar bisa berkarir cemerlang di kapal pesiar.
Menurut Mahendra, sebelum memutuskan untuk berkarir ke kapal pesiar, lebih baik berkarier di darat terlebih dahulu.
Sehingga akan memiliki keterampilan dan bisa menduduki posisi yang bagus saat bekerja di kapal pesiar.
• Perbekel Taro Gianyar Turun Langsung, Temukan 200 Data KK Miskin Tercecer Saat Jajaki 14 Banjar
• Pelaku Pencurian di SMP PGRI 7 Denpasar Berhasil Diringkus
• Perjuangan Mahendra Putra, dari ABK Kapal Pesiar, hingga Dirikan Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar
"Coba yang mau ke kapal pesiar lebih bersabar. Saat umur 19 mulailah berkerja di darat namun di luar negeri misalnya di Doha, Qatar. Di sana bekerja dua tahun, lalu pulang dari Doha kan sudah bagus, lalu baru berkarir di kapal pesiar," katanya, Selasa (28/4/2020).
Seandainya tak dapat bekerja di luar Bali, bisa bekerja di hotel bintang lima di Bali.
Ia mengatakan, hal tersebut merupakan pengalamannya sendiri.
• Empat Penyakit Ini Kerap Menjadi Penyebab Terbesar Kematian Pasien Corona
• Warga Masih Abaikan Social Distancing, Bupati Klungkung Bubarkan Pemuda Berkumpul
• Update Covid-19 Hari Ini, Jumlah Kasus Positif di 185 Negara Sudah Mencapai Angka 3 Juta
Di mana ia memulai dari berkarier di resort, setelah merasa matang baru berkarir di kapal pesiar dan mendapat posisi yang bagus di kapal pesiar.
"Kalau misalnya masuk ke kapal saat umur 21 hanya menjadi tukang cuci piring, paling dapat 5 kali kontrak dan umur 25 tahun sudah batas, ya kalau beruntung bisa dipromosikan," katanya.
"Saya aplikasikan pengalaman saya. Teman saya duluan berangkat ke kapal, saya sabar dulu. Makanya begitu interview saya langsung jadi supervisor," katanya.
• Tanggapan Imigrasi Ngurah Rai Mengenai WNA Singapura yang Tinggal di Rumah Bedeng
• Bupati Gianyar Puji Masker Ala Bali United, Warga Sangat Suka Dan Minta Lagi
Jika melihat kondisi saat ini, pekerja di kapal pesiar dari Indonesia khususnya Bali hanya dilirik pada entry level saja seperti sebagai tukang cuci piring.
"Kalau terus seperti ini, kita hanya akan dilihat sebagai ABK kapal pesiar yang ditempatkan di level entry saja. Padahal misalnya punya basic di waitress, tapi karena belum cukup pengalaman malah dijadikan tukang cuci piring," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ib-mahendra-putra.jpg)