Banyak Pedagang Bermobil Baru Asal Daerah Lain, Pasar Galiran Klungkung Kian Krodit

Kehadiran mereka yang kurang tertib, membuat kondisi pasar Galiran dan sekitarnya kian krodit beberapa hari belakangan ini.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan saat melakukan penertiban terhadap para pedagang bermobil yang membandel dengan masih berjualan di Terminal Umum Galiran, Klungkung, Minggu (3/5). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Semenjak setiap daerah menerapkan kebijakan physical distancing, kehadiran pedagang bermobil di Pasar Galiran Klungkung justru kian  bertambah.

Kehadiran mereka yang kurang tertib,  membuat kondisi pasar Galiran dan sekitarnya kian krodit beberapa hari belakangan ini.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat dikonfirmasi,tidak menampik kondisi tersebut.

Bahkan ketika ia bertanya kepada para pedagang bermobil yang tidak tertib berjualan di areal terminal, kebanyakan dari mereka mengaku pedagang baru.

Satpol PP Buleleng Temukan Beberapa ASN Tidak Mengenakan Masker Saat ke Kantor

6 Zodiak Ini Lebih Nyaman Sendiri, Apakah Kamu Termasuk Diantaranya ?

Per Hari Ini, Warga Tak Bisa Bebas Keluar Masuk Nyuh Kuning Ubud

" Saya sudah tanya satu-persatu. Mereka kebanyakan mengaku pedagang yang baru berjualan di Pasar Galiran. Mereka pun rata-rata dari luar daerah, ada dari Bangli, maupun Karangasem," ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Menurut pengakuan pedagang bermobil itu, mereka terpaksa berjualan hingga ke Klungkung karena tidak ada tempat berjualan lagi di daerah mereka. Namun menurut Suwirta, jika para pedagang bermobil itu tertib mengikuti jam masuk yang telah kami tentukan, tidak akan krodit.

" Kami sebenarnya bersyukur jika kondisinya ramai, tapi satu sisi khawatir karena penyebaran COVID-19 ini," ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Kadis Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra.

Ramalan Zodiak 6 Mei 2020, Keberuntungan Akan Menaungi Taurus, Cancer Beristirahatlah

Pemancing Nilai Pembatasan Aktivitas di Wilayah Gianyar Tak Adil

Ini Waktu yang Tepat untuk Berjemur Sesuai Kajian Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia

Menurutnya pedagang bermobil itu tidak hanya berdagang di terminal, tapi juga di jalan raya di sekitar pasar Galiran.

" Sudah ditentukan sebelumnya, para pedagang bermobil ini masuk ke pasar jam 10 pagi. Tapi mereka justru datang ke pasar sejak pagi hari, dan berjualan dulu di jalan-jalan di sekitar pasar Galiran," ungkap Sucitra.

Jumlah pedagang bermobil pun kian banyak, jika dahulu jumlahnya sekitat 50an, saat ini menurutnya sampai sekitar 200 pedagang bermobil.

Mereka rata-rata pedagang baru, yang berasal dari beberapa daerah di Bangli dan Gianyar.

Sehingga dirinya cukup kewalahan melalukan penertiban, dan seringkali mereka "kucing-kucingan" dengan pedagang tersebut.

" Kami sudah tergaskan tidak kami izinkan bongkar muat barang, atau berjualan di terminal. Mereka jika kedapatan  lakukan itu di terminal, akan kami minta keluar," tegas Sucitra. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved