Corona di Bali

Masih Beroperasi meskipun Ada Larangan Mudik, PO Bus Sebut Tak Cari Untung dan Cegah PHK  

Adanya surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan covid-19 dinilai masih tak

net
Ilustrasi bus Gunung Harta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Adanya surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan covid-19 dinilai masih tak memudahkan keberangkatan bus AKAP dari Bali ke luar Bali.

Sebab, SE tersebut esensinya masih sama dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020. 

"Masih sama saja seperti sebelumnya. Kan mudik tetap dilarang. Sekarang ada kriteria-kriteria yang boleh berangkat," kata Personalia Perusahaan Otobus (PO) Gunung Harta, Mudiarta, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (7/5/2020).

Mudiarta menceritakan, dua bus mereka sempat dipulangkan pada akhir April lalu lantaran belum memiliki surat izin keberangkatan ke luar Bali.

Bus Kerap Dipulanglan Aparat, Pengurus Bus Sebut Penumpang Bisa Stres dan Permudah Virus Masuk

Bali Sebagai Titik Debarkasi Pekerja Migran, Pangdam IX/Udayana Perkuat Penanganan Covid-19

Masjid At-Taqwa Polda Bali Siapkan Pelayanan Zakat Khusus Di Tengah Pandemi Covid-19

Waktu itu, ada 60 penumpang di dalam bus tersebut. Akhirnya mereka bisa berangkat keesokan harinya dengan mengantongi surat-surat dari pihak terkait

"Itupun akhirnya tidak semua yang jadi berangkat. Jadi kami harus mengembalikan tiket yang sudah dibeli ke mereka yang batal berangkat," kata Mudiarta.

Kunjungi Lokasi Karantina, Wabup Suiasa Apresiasi Jasa Petugas Medis

Masjid At Taqwa Polda Bali Buka Loket Layanan Zakat dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Dia mengungkapkan bahwa PO bus AKAP sebetulnya dalam konteks pandemi covid 19 ini hanyalah membantu pemerintah. Sebab, jika berbicara mengenai keuntungan, itu tidaklah masuk dalam hitungan. 

"Kami masih beroperasi ini hanya membantu mereka yang masih telantar, membantu karyawan kami agar tidak di- PHK, dan agar perekonomian berputar saja. Kalau untung kami tidak dapat sama sekali di musim pandemi ini, " curhat Mudiarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved