Corona di Bali

Operasi Penyekatan Dipimpin Kabag Ops Polres Badung, Ini yang Harus di Bawa Jika Pulang Kampung

Polres Badung dalam Operasi Ketupat Agung 2020 setiap hari melaksanakan operasi penyekatan Mudik Lebaran.

Istimewa
Personil polres Badung saat melakukan penyekatan, termasuk pemeriksaan kepada pengendara yang ingin keluar Badung di depan Pos Penyekatan, Jalan Mengwitani, Senin (11/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sejak Pemerintah resmi berlakukan larangan Mudik, Polres Badung dalam Operasi Ketupat Agung 2020 setiap hari melaksanakan operasi penyekatan Mudik Lebaran.

Penyekatan itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Bahkan Senin (11/5/2020) jajaran polres Badung kembali melakukan penyekatan yang dilaksanakan di jalan Raya Mengwitani, (Denpasar - Gilimanuk red), Mengwi, Badung, Bali.

Pembangunan pos pun dilakukan di jalan ini dengan alasan jalan tersebut merupakan jalan utama menuju keluar daerah.

Kabag Ops Polres Badung, Kompol I Wayan Suana, SH yang memimpin langsung penyekatan tersebut mengatakan, operasi penyekatan larangan Mudik yang diberlakukan di wilayahnya, bertujuan menekan penyebaran wabah virus Corona ke daerah lain.

Keluarga ABK di Kapal China yang Jasadnya Dilarung ke Laut Angkat Bicara, Begini Jawaban Perusahaan

Ngaku Sehari Berpenghasilan Rp 2.000 & Kadang Tidak Makan, Bah Tono Ternyata Punya Rumah Tiga Lantai

Penjelasan Zakat Fitrah yang Wajib Dilakukan Umat Islam, Beserta Bacaan Niat Berzakat

"Kita sikapi aturan larangan Mudik ini dengan skema penyekatan akses jalur keluar daerah kabupaten Badung (Bali)," ujarnya Wayan Suana yang juga selaku Karendal Ops yang langsung pimpin kegiatan penyekatan

Sementara di jalan arteri (jalur tikus) tetap menjadi atensinya, namun tidak melibatkan personil gabungan seperti TNI - Polri, Satpol PP dan perhubungan.

Hanya saja tetap beberapa personil mengantisipasi pemudik melalui jalan tikus.

"Kita sifatnya hanya dengan Hunting melalui imbauan," katanya.

Menurut Perwira Menengah asal Tabanan ini, Mudik Lebran berbeda dengan pulang kampung, jika pulang kampung ada persyaratan yang harus dilengkapi, agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas.

"Kalau alasan pulang kampung kan harus melihatkan persyaratan," ungkapnya.

Adapun persyaratan tersebut sesuai SE No 4 tahun 2020 dari Gugus Tugas percepatan penanganan Covid -19 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Pada SE itu kata Suana masyarakat yang ingin pulang kampung agar melengkapi diri dengan surat keterangan diri seperti surat PHK atau surat-surat lain dari Desa / Kelurahan serta hasil rapid test yang menunjukan hasil negative dari Puskesmas yang telah ditunjuk oleh Dinas Kesehatan provinsi Bali.

"Kalau tidak membawa persyaratan, tetap kami imbau untuk putar arah, dan kembali ke rumah masing-masing," pungkasnya. (*).

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved