Breaking News:

Corona di Bali

Denpasar Rencanakan Test Swab Sasar OTG dan ODP di Lokasi Karantina

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan Kota Denpasar tidak boleh lengah menyikapi perkembangan kasus Covid-19

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

 Laporkan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Denpasar bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana kini tengah merancang pelaksanaan Test Swab (PCR) dengan menyasar lokasi  orang yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang tengah menjalani karantina yang disediakan oleh Pemkot Denpasar.

 Hal ini telah dibahas di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (12/5/2020).

 Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan Kota Denpasar tidak boleh lengah menyikapi perkembangan kasus Covid-19.

Karena hal ini belum dapat diprediksi apakah pandemi ini akan segera berakhir atau akan berlanjut.

17 Lumbung Pangan Masyarakat di Buleleng Bakal Diberi Dana Stimulan, Segini Besarannya

Adira Finance Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Kepada Tenaga Medis untuk Lawan Virus Corona

Hanya untuk 11 Sektor Ini Warga Berusia 45 Tahun ke Bawah Boleh Kembali Bekerja

 Apalagi kondisi Denpasar saat ini masih terdapat kasus positif, PDP, ODP dan OTG.

 "Inilah yang harus kita waspadai, jangan sampai lengah, karena masih ada PDP, ODP, dan OTG yang berpeluang menjadi carier dan meningkat statusnya menjadi positif Covid-19," kata Rai Mantra.

 Sementara, Dekan Fakultas Kedokteran Unud, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp B, Sp. OT (K) mengatakan bahwa untuk menjawab kondisi saat ini wajib dilaksanakan Test Swab berbasis PCR.

Sehingga diagnoasi pasien dapat diketahui lebih cepat.

 "Jadi kami bersama Pemkot Denpasar saat ini sedang merancang pelaksanaan Swab Test yang menyasar langsung lokasi Karantina, sehingga diagnosa dapat diketahui lebih cepat dan akurat," katanya.

 Inovasi ini juga didukung dengan ketersediaan peralatan yang memadai.

Dimana, saat ini RS Universitas Udaya sedang memaksimalkan penerapan peralatan Swab Test.

Banyuwangi Buka Pelaporan Online, Bisa Cek Penerima hingga Lapor Minta Bansos

Kajian Ramadhan Pentingnya dan Anjuran Sedekah di Pandemi Covid-19 dan Rahasia Sedekah 1 Biji Kurma

Volume Menurun, Tapi Kesadaran Masyarakat Memilah Sampah Ikut Berkurang di Klungkung

"Jika sudah beroperasi, sekali program dapat melaksanakan Swab Test sebanyak 98 specimen," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved