Corona di Bali

80 Mahasiswa dan Pekerja Lamaholot Bali Dapat Bantuan Sembako dari Clerry Cleffy Institute

80 orang ini mendapatkan bantuan paket sembako dikarenakan turut terdampak dari pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Clerry Cleffy Institute (CCI) memberikan bantuan kepada 80 orang mahasiswa dan pekerja Keluarga Lamaholot Bali. Bantuan diserahkan di Mess Mahasiswa ITB Stikom Bali, Kamis (14/5/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 80 orang mahasiswa dan pekerja Keluarga Lamaholot Bali mendapatkan bantuan paket sembako dari Clerry Cleffy Institute (CCI).

80 orang ini mendapatkan bantuan paket sembako dikarenakan turut terdampak dari pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Sembako yang dibagikan masing-masing berisi beras, mie instan, minyak goreng dan telur.

Koordinator Wilayah Bali Clerry Cleffy Institute, Cisca Santoso menceritakan, beberapa hari lalu pihaknya dihubungi oleh Rahman Sabon Nama dari Keluarga Lamaholot Bali untuk meminta bantuan di tengah pandemi Covid-19.

Terjatuh Saat Perbaiki Sumur di Jembrana, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban dalam Keadaan Meninggal

Pedagang Bermobil Dilarang Saat Penerapan PKM Kota Denpasar, Anggota Dewan Bandingkan dengan Ini

Informasi di Medsos Tak Sepenuhnya Benar, Ketua Komisi II DPRD Denpasar Sebut PKM Tak Seseram PSBB

Dari usulan bantuan itu, Cisca melaporkannya kepada pendiri sekaligus Direktur Clerry Cleffy Institute, Dwi Prihandini.

Hasilnya, permohonan bantuan sebanyak 80 paket sembako itu langsung disetujui keesokan harinya.

"Besok siangnya langsung disetujui dan Ibu Dini langsung kasi 80 orang langsung," kata Cisca disela-sela pembagian sembakonya di Mess Mahasiswa ITB Stikom Bali, Kamis (14/5/2020).

Pemberian bantuan Covid-19 dari Clerry Cleffy Institute ini baru pertama kali dilakukan di Bali.

Namun untuk daerah lain seperti di Jakarta dan Maluku sudah banyak dilakukan.

 Gerakan sosial Clerry Cleffy Institute untuk Covid-19 pertama kali diawali di Maluku dengan pembagian sembako dengan nilai Rp 10 juta.

Aksi sosial itu kemudian berlanjut dengan pemberian bantuan sembako di Sorong Rp 40 juta dan belasan juta ke panti asuhan.

Tak hanya itu, Clerry Cleffy Institute juga memberikan bantuan kepada jurnalis terdampak Covid-19 di Palu.

Sebenarnya, Clerry Cleffy Institute berfokus untuk membantu masyarakat di Maluku, khususnya untuk perempuan dan anak; disabilitas hingga kelompok marginal.

Ketut S Tinggalkan Enam Lembar Surat Pesan Terakhir Sebelum Bunuh Diri

Diduga Berasal dari Dupa Menyala, Sinarta Terkejut Melihat Api Berkobar di Lantai Dua Rumahnya

Kepulangannya ke Indonesia Tertunda, Pemain Bali United Nouri Masih Latihan Rutin di Swedia

Namun di tengah pandemi Covid-19, Clerry Cleffy Institute juga turut tergerak untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan.

 "Saya berharap ini bisa cukup meringankan beban masyarakat, karena banyak yang dirumahkan dan mahasiswa juga susah karena orang tuanya endak bisa mengirimkan uang lebih. Jadi ini semoga bermanfaat buat mereka, bisa meringankan beban san semoga Covid-19 cepat berlalu," harap Cisca.

Rahman Sabon Nama, inisiator pencari bantuan Keluarga Lamaholot Bali mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali mencoba mencari donatur untuk pekerja dan mahasiswa Lamaholot yang terdampak Covid-19.

Ketika sudah sampai di tahap ketiga penerimaan bantuan, ternyata masih ada sekitar 80 orang lagi yang belum mendapatkan.

Dari situasi itu, Rahman kemudian berupaya untuk mencari jalan keluar dan akhirnya menemukan aktivitas Clerry Cleffy Institute di media sosial dalam memberikan bantuan ke masyarakat.

Tengah malam, Rahman mencoba mengirimkan permohonan bantuan untuk Keluarga Lamaholot Bali melalui email dan siang harinya sudah mendapatkan tanggapan.

"Mungkin ini yang namanya kalau berusaha pasti ada jalan. Kalau enggak bagaimana caranya bantu mereka ini," tutur Rahman.

Setelah adanya kepastian bantuan sebanyak 80 bantuan dari Clerry Cleffy Institute, ternyata masih ada lagi data yang masyarakat yang masuk dan belum mendapatkan bantuan.

Dari data awalnya sebanyak 80 orang akhirnya bertambah menjadi 102 orang.

 Rahman akhirnya turut memberikan bantuan sembako kepada masyarakat diluar 80 orang yang dibantu Clerry Cleffy Institute menggunakan dana sisa bantuan sebelumnya.

Sampai tahap ini, Rahman dan timnya telah menerima sebanyak 310 paket sembako dan diberikan kepada masyarakat Lamaholot Bali.

Upaya itu dilakukan dengan menghubungi berbagai relawan yang bersedia berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini masyarakat Lamaholot rata-rata sudah selama dua bulan dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja, terutama yang berada di sektor pariwisata.

Mereka bertahan hidup di Bali murni dari bantuan yang diberikan oleh masyarakat atau relawan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved