Corona di Bali
Informasi di Medsos Tak Sepenuhnya Benar, Ketua Komisi II DPRD Denpasar Sebut PKM Tak Seseram PSBB
‘’Tentunya ini merupakan langkah preventif atau pencegahan yang cukup efektif yang dilakukan Pemkot Denpasar.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra mendukung kebijakan Pemkot Denpasar untuk menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).
Menurut politikus asal Sidakarya Denpasar ini, PKM ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
Apalagi sekarang sudah dibuatkan perwali.
‘’Tentunya ini merupakan langkah preventif atau pencegahan yang cukup efektif yang dilakukan Pemkot Denpasar. Walaupun sekarang kita tahu selama lima hari belakangan ini Denpasar zero penambahan kasus, sehingga dengan PKM ini diharapkan betul-betul memutus mata rantai penyebaran virus corona. Apalagi nantinya akan ada pemantauan setiap seminggu sekali,’’ kata Suadi Putra.
• Ketut S Tinggalkan Enam Lembar Surat Pesan Terakhir Sebelum Bunuh Diri
• Diduga Berasal dari Dupa Menyala, Sinarta Terkejut Melihat Api Berkobar di Lantai Dua Rumahnya
• Masyarakat Tak Pakai Masker Saat Kunjungi Kantor Pelayanan Publik, Pemprov Bali Tolak Beri Layanan
Ditanya soal penerapan di lapangan yang terkesan lebih ketat dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Suadi Putra mengatakan PKM ini tak seperti informasi yang tersebar luas di Media Sosial (Medsos).
Menurutnya, informasi di Medsos tak sepenuhnya benar.
‘’Memang ada beberapa imbauan resmi. PKM tak seseram PSBB. Nah, masyarakat yang tak paham juknisnya hendaknya bertanya dengan aparat setempat, sehingga mendapat informasi yang jelas. Salah satunya tentang surat keterangan bekerja, yang tak sulit didapat,’’ katanya
Terkait keterlibatan desa adat, Suadi Putra juga mengapresiasinya.
Karena selama ini, keberhasilan Denpasar dan Provinsi Bali menekan angka pertambahan kasus covid-19 tak terlepas dari keterlibatan desa dinas dan desa adat, dengan satgas yang telah dibentuk .
"Jadi kita harapkan masyarakat, khususnya dari luar Denpasar memahami kondisi ini. Langkah ini diambil mengingat Denpasar merupakan daerah persilangan yang paling tinggi, dengan 16 pintu masuknya. Tentunya upaya ini diharapkan didukung juga oleh seluruh masyarakat, sehingga bisa mempercepat memutus rantai penyebaran covid-19,’’ sarannya.(*)