Bulan Ramadhan

Pelaksanaan dan Imbauan MUI Provinsi Bali Terkait Salat Idul Fitri 1411 Hijriyah

MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat telah mengeluarkan fatwa melalui Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan salat Idul Fitri 1411 Hijri

Tribun Bali/Kambali
Safari Ramadan MUI Provinsi Bali di Musholla Nurul Hikmah, Lingkungan Pasdalem, Gianyar, Minggu (19/5/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat telah mengeluarkan fatwa melalui Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan salat Idul Fitri 1411 Hijriyah yang akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020 mendatang.

Diketahui bersama, saat ini Indonesia tengah dalam keadaan darurat covid-19, dan pelaksanaan salat Idul Fitri sebentar lagi, untuk itu MUI telah mengaturnya dalam surat edaran, Rabu (13/5/2020).

Menanggapi hal itu, MUI Provinsi Bali mengimbau kepada seluruh muslim di Bali untuk tetap taat kepada aturan pemerintah.

"Kita tetap taat dan disiplin kepada arahan, aturan pemerintah. Karena yang benar-benar tahu keadaan negara ini sekarang adalah pemerintah," katanya ketua MUI Provinsi Bali Taufik As'adi, S.Ag. saat dihubungi Tribun Bali, Kamis (14/5/2020).

Ketut S Tinggalkan Enam Lembar Surat Pesan Terakhir Sebelum Bunuh Diri

Dibagikan Sejak 9 April 2020, Ternyata Teco Belum Pernah Pakai Masker Anti Bakteri Bali United

Grafik Landai Tak Berarti Bebas Kasus, Hari Ini 1 Orang Dinyatakan Positif Covid-19 di Kota Denpasar

Jika kondisi membaik kemungkinan bisa melakukan Salat Idul Fitri di masjid atau lapangan namun jika tidak kunjung membaik maka salat Idul Fitri sebaiknya dilakukan di rumah saja.

"Jadi ke depannya kita lihat dulu intrusksi dari pemerintah terkait keadaan Indonesia dan Bali pada khususnya. Sehingga kalau di dalam keadaan normal kita bisa lakukan, kalau masih keadaan darurat berarti belum bisa kita lakukan," jelasnya.

Jika melihat kondisi saat ini, Haji Taufik menilai jika kondisi Bali sendiri masih dalam keadaan darurat, ini terbukti dengan adanya penambahan pasien positif dan diperketatnya aturan di Bali khususnya kota Denpasar yang akan menerapkan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Diduga Berasal dari Dupa Menyala, Sinarta Terkejut Melihat Api Berkobar di Lantai Dua Rumahnya

196 Warga Dangin Puri Kaja Denpasar Menerima Bantuan Langsung Tunai dari Pemkot Denpasar

Masyarakat Tak Pakai Masker Saat Kunjungi Kantor Pelayanan Publik, Pemprov Bali Tolak Beri Layanan

"Kondisi kita saat ini ialah kondisi yang di dalam menghadapi wabah covid 19. Dan saya kira juga semua sepakat kita harus menghadapi itu, sehingga kita memang menjalankan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada di dalam keadaan menghadapi wabah. Terkecuali nanti kalau sudah tidak ada wabah. Tetapi kalau masih dalam keadaan tidak normal kita harus sesuai dengan ketentuan keadaan darurat itu," ujarnya.

Dengan itu, pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid-masjid atau di lapangan yang dilakukan umat muslim pada umumnya masih menggantung karena menunggu kepastian dari pemerintah.

Taufik mengatakan dalam Islam cara menghadapi keadaan darurat pandemi ini sudah diatur, jika memang kondisi tidak memungkinkan maka sebaiknya umat Islam mengadakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Hari Ini Ada Penambahan Kasus Covid-19 Lima Orang di Bali, Pasien Sembuh Bertambah 4 Orang

Bisa dengan berjamaah dengan keluarga masing-masing atau sendiri-sendiri.

"Islam di dalam menghadapi keadaan darurat sudah ada caranya. Kalau kita salat di rumah, boleh-boleh saja kan malah bagus sehingga kita sadarlah menghindari kerumunan di dalam masjid itu sehingga kita salatnya di rumah dengan keluarga inti. Dengan niat karena Allah SWT dan jangan lupa kita berdoa supaya salat kita diterima dan kita cepat dibebaskan dari darurat corona ini," tuturnya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved