Ternyata 5 Hal Ini yang Menjadi Penyebab Diet Sering Gagal 

Banyak orang biasanya akan mencoba mengurangi porsi makan begitu sadar berat badan mereka bertambah

brightside.me
Ilustrasi diet 

TRIBUN-BALI.COM – Banyak orang biasanya akan mencoba mengurangi porsi makan begitu sadar berat badan mereka bertambah.

Beberapa hal yang mungkin dilakukan, seperti menghindari sarapan, makan siang sedikit, atau tidak makan malam sama sekali.

Dengan pengurangan makan tersebut, orang-orang berharap tubuh bisa segera membakar kelebihan lemak dan berat badan menyusut.

Banyak teori memang menyatakan bahwa masalah kegemukan disebabkan oleh pola makan berlebih, sehingga solusi yang ditawarkan adalah mengurangi porsi makanan.

Potong 4 Jarinya & Ngaku di Begal Demi Klaim Asuransi, Sandiwara Ibu di Medan Ini Malah Terbongkar

WIKI BALI - Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Omzet Usaha Kue Kering di Denpasar Ikut Garing

Prakiraan Cuaca 17-19 Mei 2020, Cuaca Hari Ini Umumnya Berawan

Tubuh juga dikatakan memiliki mekanisme alamiah untuk bertahan dalam kelaparan selama beberapa hari.

Begitu makanan dikurangi, tubuh segera melakukan penghematan energi dengan menurunkan Basal Metabolic Rate (BMR) atau laju metabolisme basalnya.

BMR adalah energi minimal yang diperlukan tubuh dalam keadaan istirahat total.

Padahal untuk membakar kelebihan lemak, tubuh justru perlu energi besar.

Mekanisme tubuh bertahan dalam kelaparan Melansir Buku Food Combining:

Pola Makan untuk Langsing & Sehat (2012) oleh Andang Gunawan, penurunan berat badan yang terlihat pada awal diet pengurangan porsi makan adalah pengurangan sejumlah air dan glikogen, yakni persediaan energi yang disimpan dalam hati.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved