Corona di Bali
Update Covid-19 & PKM Denpasar: 99 Orang Pasien Positif Masih Dirawat di Bali
Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 99 orang dan dirawat di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bali.
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Ady Sucipto
Sejauh ini, orang yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai maupun Pelabuhan Benoa adalah repatriasi atau pemulangan PMI asal Bali yang bekerja luar negeri.
“Terhadap mereka ini kita lakukan scanning luar biasa dengan langsung mengambil uji Swab-nya yang diperiksa PCR. Selain itu mereka, baik PMI maupun non-PMI mesti menjalani karantina,” kata Dewa Made Indra usai menjadi narasumber Webinar di Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Sabtu (16/5/2020).
Tindakan uji Swab ini pula berlaku bagi mereka baru tiba Bandara Ngurah Rai dan bukan lagi menggunakan rapid test seperti awal sebelumnya.
Hal itu tetap dilakukan meskipun pemerintah pusat telah menyiapkan istrumen bagi setiap penumpang pesawat wajib menjalani rapid test di bandara sebelum diberangkatan.
"Terhadap kebijakan (Kemenhub) ini, Bali tidak bisa menutup diri, namun kita bisa merespon dengan melakukan screening yang lebih ketat terhadap tiap orang yang masuk ke Bali," tegasnya.
PKM di Denpasar
Sementara itu, pelaksanaan Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar hari kedua (Sabtu, 16/5/2020) berjalan cukup lancar.
Namun jumlah warga yang diminta putar balik dikarenakan tak memakai masker atau tanpa tujuan yang jelas meningkat dibandingkan pelaksanaan pada hari pertama.
Pada hari pertama jumlahnya sebanyak 159 orang dari 8 pos pemantauan, namun hari kedua naik menjadi 245 orang.
Adapun pengendara yang diminta putar balik yakni 19 orang, sedangkan yang datang tanpa tujuan jelas sebanyak 226 orang.
"Jadi dengan adanya PKM ini, kita jadi semakin tahu bahwa sampai saat ini masih banyak warga yang belum disiplin utamanya dalam penggunaan masker. Mereka otomatis diminta putar balik untuk mengambil masker atau membeli masker," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai saat ditemui di rungannya, Sabtu (16/5/2020) malam.
Sementara itu, jumlah pengendara yang menjalani rapid test sebanyak 36 orang dengan hasil semuanya non rekatif.
Untuk evaluasi dari pelaksanaan hari kedua ini, Dewa Rai mengatakan sudah berjalan lancar dan tanpa ada penumpukan di pos penjagaan.
Di mana pada tahap pertama masih ada penumpukan dan pelaksanaan kedua sudah tak ada penumpukan dikarenakan sistemnya sudah dirubah.
Untuk pemeriksaannya dilakukan perfase, yakni dimulai dengan pemeriksaan untuk sepeda motor, yang kedua dilanjutkan dengan mobil.
"Petugas di setiap pos juga ditambah dua sampai tiga orang, kemarin satu pos rata-rata 15 sampai 20 orang. Sehingga dengan penambahan petugas ini pemeriksaannya tidak numplek, namun dibagi ke dalam beberapa titik. Hari pertama kemarin kan hanya di depan saja yang memeriksa, sehingga menyebabkan penumpukan," kata Dewa Rai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pkm-kota-denpasar-hari-pertama-covid-19.jpg)