4 Nama Graffiti serta Mural Artis Ini Turut Berpartisipasi Dalam Posted Jamming Surya Subratha

I Made Surya Subratha memulai posted jamming atau jamming virtual yang menggandeng 4 graffiti serta mural artis.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Instagram @suryasubratha_work
Salah satu karya yang ditampilkan di akun Instagram @suryasubratha_work yang menghadirkan posted jamming. Di sini Surya Subratha menggandeng 4 graffiti serta mural artis untuk terlibat di dalam kegiatan terbarunya ini 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tepat pada Kamis (21/5/2020) I Made Surya Subratha memulai posted jamming atau jamming virtual yang menggandeng 4 graffiti serta mural artis.

I Made Surya Subratha sebelumnya telah sukses menghadirkan pameran online bertajuk 'Close a Window' dengan menghadirkan 15 karya-karya terbaiknya yang ia kerjakan selama pandemi virus corona ini.

Kini, ia kembali memanfaatkan media sosial Instagram miliknya yakni @suryasubratha_work untuk kembali memamerkan berbagai karya menarik.

Namun, bedanya, kali ini Ia akan menampilkan berbagai video hingga hasil karya dari 4 graffiti serta mural artis.

Menurutnya, video serta hasil karya tersebut dikerjakan oleh para 4 graffiti serta mural artis ini sebelum hingga pandemi virus corona ini.

Krisis Ekonomi Saat Pandemi Covid-19, Muhammadiyah Provinsi Bali Serahkan 2 Ton Beras

Perketat Seleksi Orang yang Akan Masuk Bali, Koster Surati Menhub Budi Karya dan Paparkan Enam Poin

Telan Kerugian Rp 100 Juta, Kebakaran di Darmasaba Abiansemal Akibat Kompor yang Lupa Dimatikan

Ia pun menambahkan bahwa melalui acara ini, Ia ingin memberikan wadah bagi para seniman tersebut dalam menampilkan karyanya, mengingat kini aktivas berkesenian mereka agak dibatasi.

Serta ia berharap agar dengan adanya jamming virtual ini, masyarakat bisa semakin terhibur dan tetap dapat menikmati kesenian meskipun saat ini aktivitas masih dibatasi mengingat imbauan dari pemerintah untuk melaksanakan social distancing.

Adapun nama-nama keempat graffiti serta mural artis tersebut mulai dari Mutaseight atau mutas artis graffiti, Oggz graffiti artist, Nedsone artist graffiti writer dan juga Dwymabim mural artist.

"Mutaseight atau Mutas, artis graffiti yang berasal dari Bali dan memulai berkarya dijalanan sejak 2010. Saat ini Dia juga sedang mengembangkan ide-ide baru dalam karyanya tidak hanya font, tetapi juga illustrasi, character dan pattern."

Tabanan Bertambah Satu Orang Pasien Positif Virus Corona

Hari ini Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah 973 Orang, Total Positif 20.162 Orang

"Dalam karya mutas kali ini, dia mangajak seorang anak kecil untuk berkarya dan mengenalkan anak tersebut bagaimana melukis di media dinding atau mural. Hal tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Mutas dan anak perempuan tersebut di tengah keterbatasan ruang gerak saat pandemi ini," tutur Surya Subratha.

"Oggz graffiti artist kelahiran Jombang, Jawa Timur yang tinggal di Jogjakarta. Karya-karyanya menarik dan sering menampilkan simbol-simbol tertentu yang sering membuat kita tersenyum ketika melihat karya dirinya yang juga gemar dengan olahraga sepeda Bmx. Dalam karyanya kali ini Oggz sedang memaknai dirinya sebagai seorang artist graffiti dimana Dia merespon aksi sebuah bayangan hitam yang diibaratkan sebagai dirinya sendiri yang sedang membuat graffiti ditempat tersebut sebagai penanda bahwa di tempat itu dia menitipkan karyanya," tambahnya.

Dari 314 Warga Werdi Buana Badung yang Ikut Rapid Test, 12 Orang Hasilnya Reaktif

Mau Aktifkan Kembali Kepesertaan BPJS Kesehatan, Bisa Lunasi Tunggakan 6 Bulan Dulu

"Nedsone artist graffiti writer asal Ubud, Bali ini karya-karyanya sering kita temui di dinding-dinding jalanan seperti di Ubud dan didaerah Bali lainnya. Karya-karyanya yang sangat eksploratif dengan font dan warna-warna yang berani menjadi karakternya didalam berkarya. Terkadang Nedsone juga menyelipkan beberapa unsur ornament Bali kedalam karyanya," jelas Surya Subratha.

"Dwymabim mural artist asal Bali pemuja seorang wanita ini karya-karyanya banyak terinspirasi dari sosok wanita. Dari ketangguhan seorang wanita, kecantikannya, dan dia juga memvisualkan wanita dari sudut pandang budaya. Karyanya yang kali ini Dia buat tentang sebuah keajaiban dan keindahan seorang wanita dan Dwymabim mengimajinasikan keindahan alam semesta ini diibaratkan seorang wanita," tuturnya pada Tribun Bali.

Bagi Tribunners yang ingin menyaksikan kemenarikan dari posted jamming yang digagas oleh Surya Subratha ini, Tribunners bisa langsung menyaksikannya di akun Instagram @suryasubratha_work.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menjelaskan bahwa dalam postingannya nanti, Ia sengaja tidak memposting semua video serta karya dari empat seniman tersebut dalam satu frame.

Menurutnya, alasannya karena ia ingin menampilkan karakter serta keunikan masing-masing yang dimiliki oleh seniman-seniman tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved