Mau Aktifkan Kembali Kepesertaan BPJS Kesehatan, Bisa Lunasi Tunggakan 6 Bulan Dulu

Keringanan diberikan bagi peserta yang menunggak dan ingin mengaktifkan kembali kepesertaan.

shutterstock
Kartu BPJS Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM - BPJS Kesehatan melakukan penyesuaian kebijakan seiring terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Keringanan diberikan bagi peserta yang menunggak dan ingin mengaktifkan kembali kepesertaan.

Seperti dicantumkan dalam akun resmi Twitternya, BPJS Kesehatan memasukkan kebijakan ini di Perpres No. 64 tahun 2020 yang juga memuat soal tarif iuran BPJS Kesehatan.

Tarif baru ini berlaku per 1 Juli 2020 mendatang.

Warga Senang Lapor Online Langsung Dikirimi Sembako

Akibat Penundaan Renovasi Daerah Irigasi, Produksi Beras di Bangli Potensi Berkurang Hingga 550 Ton

Satu Pasien Covid-19 di Indonesia Bisa Menulari Tiga Orang,Lebih Kuat Penularannya 20 Kali dari SARS

Terkait dengan peserta yang menunggak iuran, bisa mengaktifkan lagi kepesertaannya dengan melunasi tunggakan iuran.

Nah, karena ada pandemi Covid-19, peserta boleh melunasi tunggakan iuran untuk selama 6 bulan. Sebelumnya, peserta harus melakukan pelunasan utang 24 bulan.

Jika masih ada sisa tunggakan, pemerintah memperbolehkan dibayar sampai tahun 2021.

BPJS Kesehatan berharap, keringanan ini bisa mempermudah proses pengaktifan kembali kepesertaan.

Sekadar mengingatkan, mulai 1 Juli 2020, tarif iuran BPJS Kesehatan akan naik.

Sesuai Perpres 64/2020, tarif iuran BPJS Kesehatan Kelas 1 adalah Rp 150.000 per bulan.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved