Corona di Bali

Perketat Seleksi Orang yang Akan Masuk Bali, Koster Surati Menhub Budi Karya dan Paparkan Enam Poin

Gubernur Bali, Wayan Koster ternyata sempat menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi guna menyikapi adanya pelaku perjalanan dari

Istimewa
Ilustrasi - Gubernur Bali Wayan Koster saat menggelar rapat teleconference dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Jumat (1/5/2020) pagi 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster ternyata sempat menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi guna menyikapi adanya pelaku perjalanan dari daerah lain ke Pulau Dewata.

Surat Gubenur Koster dengan Nomor 550/3653/Dishub tertanggal 18 Mei 2020 itu secara khusus memuat enam poin.

Pertama, Koster meminta setiap unit organisasi di jajaran Kemenhub yang mengelola pintu masuk wilayah Bali agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat.

Hal itu dilakukan sesuai kriteria Surat Edaran (SE) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Di poin kedua, Koster menegaskan bahwa pintu masuk wilayah Bali hanya menerima pelaku perjalanan melalui angkutan udara dengan hasil negatif dari uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Denpasar Tambah Satu Kasus Positif Covid-19, Kasus Transmisi Lokal Terjadi 3 Hari Berturut-turut

BMKG Sebut Hujan Berpotensi Masih Akan Terjadi di Bali Hingga Seminggu Kedepan

Hari ini Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah 973 Orang, Total Positif 20.162 Orang

Hasil swab PCR itu dapat dikeluarkan oleh laboratorium rumah sakit pemerintah, pemerintah daerah atau laboratorium lain yang dirujuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selain melalui angkutan udara, di poin ketiga Koster menuliskan bahwa pintu masuk wilayah Bali juga menerima pelaku perjalanan melalui penyeberangan dan angkutan laut.

Berbeda dengan di angkutan udara yang wajib ada hasil test swab PCR, di angkutan laut minimal hanya dengan hasil negatif dari uji tes cepat (rapid test).

Tes rapid itu juga dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah, pemerintah daerah, dinas kesehatan atau pihak lain yang berwenang.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved