3.608  Warganet Tandatangani Petisi Bebaskan Tersangka Ngaben Sudaji

Ribuan warganet menginginkan agar status Gede S sebagai tersangka segera dicabut

Istimewa
Prosesi upacara pengabenan di Desa Sudaji, Buleleng, Jumat (1/5/2020) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masih ingat dengan kasus ngaben di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, hingga mengakibatkan Gede S ditetapkan sebagai tersangka?

Ribuan warganet  menginginkan agar status Gede S sebagai tersangka segera dicabut. 

Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan petisi online di laman change.org yang hingga Senin (25/5) pukul 16.17 wita, tembus mencapai 3.608 dan terus bertambah.

Waketum DPP Persadha Nusantara Gede Suardana menyebut, petisi yang digagas oleh pihaknya itu ditujukan untuk Kapolri, Kapolda Bali, dan Kapolres Buleleng, dengan harapan agar para penegak hukum dapat menghentikan proses hukum dan segera mencabut status Gede S sebagai tersangka.

Suardana pun menilai, kasus yang menimpa Gede S sejatinya tidak melanggar Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan dan Wabah Penyakit Menular, mengingat Bali khususnya Buleleng belum menerapkan PSBB.

Bahkan, ia menilai polisi bertindak tidak adil. Pasalnya, tindakan mengabaikan physical distancing juga terjadi di Kampung Jawa, Denpasar. Dimana, sejumlah anak muda pada Sabtu (23/5) dinihari berkumpul-kumpul, dan videonya viral disosial media hingga mengundang portes dari para warganet. Namun hingga saat ini polisi belum melakukan penetapan tersangka.

"Mudah-mudahan petisi ini semakin bertambah. Kami juga mendesak polisi untuk memperlakukan semua masyarakat sama di depan hukum. Kami mereka adanya ketidakadilan ditengah pandemi covid-19 ini. Rasa keadilan harus dihadirkan ditengah masyarakat," ucapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, kasus pengabenan Desa Sudaji saat ini sudah dalam tahap pemberkasan dan pelimpahan tabap pertama ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

Sementara saat disinggung terkait adanya petisi dari para warganet, AKP Vicky enggan berkomentar dengan alasan menjadi kewenangan pimpinan dalam hal ini Kapolres Buleleng.

“Kalau itu silahkan konfirmasi ke pimpinan, saya hanya menjalankan tugas. Intinya kami mengupayakan semaksimal mungkin, terbaik, dan untuk kemasyarakatan," singkatnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved