Jogging Track di Desa Perancak Jembrana Hancur Terkena Terjangan Ombak

Hempasan air kemudian dari atas menuju ke bawah itu kemudian mengenai jogging track hingga terlihat rusak.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kondisi jogging track yang rusak dan pantauan gelombang tigggi di pesisir Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Rabu (27/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Gelombang tinggi menerjang hampir di seluruh kawasan pesisir Jembrana.

Hempasan gelombang air pun hingga sampai ke jalanan di beberapa kawasan.

 Selain di Pengambengan, terpantau juga air laut menerjang kawasan Desa Perancak.

Bahkan, jogging track sampai rusak akibat terjangan ombak.

Warga Badung yang di PHK atau Dirumahkan Tak Semuanya Akan Dapat Bantuan, Ini Alasannya

Pararem Covid-19 di MMDA Denpasar Belum Selesai, Sementara PKM Pakai Sanksi Desa Adat Masing-masing

Benarkah Kopi Dapat Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Penjelasannya

Pantauan Tribun Bali di Banjar Mekar Sari Desa Adat Perancak, jogging track sepanjang sekira 5 hingga 10 meter mengalami kerusakan.

Diduga kerusakan karena gelombang yang menabrak senderan.

Hempasan air kemudian dari atas menuju ke bawah itu kemudian mengenai jogging track hingga terlihat rusak.

Jogging Track yang rusak sendiri terbuat dari batu bata yang tersusun rapi.

Dan rusak sekitar dua petak atau kurang lebih sekitar lima hingga 10 meteran.

Seorang warga Banjar Mekar Sari Desa Perancak Jembrana, Nyoman Ginanta (49), mengaku bahwa terjangan ombak paling besar adalah sekitar pukul 12.00 Wita.

Dan saat sekitar pukul 14.00 Wita gelombang sudah nampak surut.

Gelombang yang menabrak senderan, kemudian menimbulkan hempasan air yang kemudian menerjang jalan yang sering digunakan sebagai jogging track oleh warga.

"Yang besar jam 12 siang tadi. Kalau sekarang jam 2 sudah surut," ucapnya, Rabu (27/5/2020).

Menurut dia, gelombang tinggi itu mencapai ketinggian hingga lima meteran.

Bunga Bawa Sabu dari Malaysia Diupah Rp 25 Juta, Modusnya Disembunyikan di Bra dan Celana Dalam

Waspada Banjir ROB di Pesisir Selatan Bali Rabu Hingga Kamis Besok

Resep Menu Unik Dan Mudah, Nasi Mawut Lockdown

Bahkan hempasan air dari gelombang sampai ke daratan kurang lebih berjarak 30 meteran.

Sedangkan menyangkut gempa sendiri, ia mengaku, bahwa tidak merasakan.

"Kalau gempa gak kerasa. Cuma mungkin di kota (Kecamatan Negara) yang kerasa," bebernya. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved