Corona di Bali

Polres Jembrana Bongkar Praktik Truk Pengangkutan Orang, Tidak Memiliki Surat Keterangan Rapid Test

Satalantas Polres Jembrana berhasil membongkar praktik pengangkutan orang dan barang di wilayah hukumnya

Istimewa
Foto: Truk yang akan memuat pengendara motor karena tidak membawa surat rapid test, Senin (1/6/2020) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Satalantas Polres Jembrana berhasil membongkar praktik pengangkutan orang dan barang di wilayah hukumnya.

Modusnya, yakni sopir truk mengangkut orang dan barang di bak truk.

Atas hal ini, polisi hanya memberi peringatan untuk pengendara motor yang diangkut kembali ke Denpasar, Bali.

Mereka ditemukan hendak menyebrang dari Pelabuhan Gilimanuk, keluar menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Manfaat Sering Berpelukan Bikin Pasangan Lebih Panjang Umur, Kurangi Stres Hingga Sehatkan Jantung

Drakor The School Nurse Files Mengangkat Cerita Horor Komedi, Ini 9 Drakor Terbaru di Juni 2020

Ini 7 Drakor yang Memiliki Gaya Komedi Hitam dan Penuh dengan Sindiran

Kasatlantas Polres Jembrana, IPTU Shinta Ayu Pramesti mengatakan, bahwa pihaknya menangkap dan membongkar truk yang memuat manusia untuk disebrangkan ke Jawa.

Orang yang berada di dalam truk diketahui juga tidak memiliki surat keterangan rapid test atau surat keterangan sehat dari tempat asal atau tinggalnya.

"Ya benar kami amankan sopir truk dan juga yang dimuat sedang kami introgasi," ucapnya Senin (1/6/2020).

Menurut Shinta, satgas patroli sedang melaksanakan patroli pukul 01.00 Wita, seorang pecalang dari Banjar Samiana, Kelurahan Gilimanuk menghampiri dan melaporkan bahwa ada pengendara roda dua.

Dimana pengendara itu, ingin menyebrang dengan cara menyembunyikan kendaraannya di dalam truk, karena tidak mempunyai surat keterangan rapid test.

"Kemudian kami langsung menghampiri TKP tersebut, ternyata benar mereka ingin menyebrang dengan cara bersembunyi di dalam truk," ungkapnya.

Shinta menambahkan, untuk jumlah kendaraan roda dua sebanyak 4 unit, setelah diimbau, para pengendara tersebut akhirnya mau menurunkan kendaraannya setelah itu kembali menuju Denpasar.

"Setelah kami imbau akhirnya mereka kembali ke Denpasar," bebernya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved