Corona di Bali
Pantai Sindhu Sanur Ditutup untuk Pengunjung Tapi Warung Boleh Buka, Ini Harapan Para Pedagang
Sontak hal ini pun memancing respon warga yang tak sabar ingin menikmati suasana pantai setelah sekian lama harus berdiam diri di rumah saja
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pantai Sindhu, Sanur, Bali sempat ramai jadi perbincangan warganet setelah viralnya sebuah video yang menyebutkan akses pantai ini dibuka untuk pengunjung, tapi ternyata ada kesalahpahaman dan masih ditutup untuk umum, pada Senin (1/6/2020).
Sontak hal ini pun memancing respon warga yang tak sabar ingin menikmati suasana pantai setelah sekian lama harus berdiam diri di rumah saja akibat pandemi covid-19.
Termasuk para pedagang yang sebelumnya menutup warungnya sejak berbulan-bulan lalu.
"Saya tutup sejak 3 bulan lalu, baru kemarin buka dengar di berita katanya sudah boleh ada pengunjung langsung buka langsung bersih-bersih warung, kemarin ada yang beli tidak banyak, dapat Rp 200 ribu, sekarang sepi lagi, ini dari pagi sampai sore baru dapat Rp 50 ribu," kata Ibu Luh salah seorang pedagang warung kopi di pinggir pantai.
• Pemerintah Ingin Gaji Pekerja Bakal Dipotong 2,5 Persen untuk Iuran Tapera, Pengusaha Keberatan
• Satgas Covid-19 Kelurahan Pemecutan Sosialisasi melalui Media Seni Bondres
• Leher Terjerat Tali Layangan, Komang Jatuh dari Motor Saat Melintas di Jalan Kapten Dipta Gianyar
Luh berharap kondisi segera normal kembali dan akses pantai dibuka namun pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.
Sebab Luh bingung, suami tak bekerja dan harus menghidupi dua anaknya yang masih sekolah.
"Harapannya akses segera dibuka, tapi tetap pengunjung pakai masker, jaga jarak, ya ekonomi tetap jalan untuk pemasukan," ujar Warga yang tinggal di Kawasan Sanur itu.
Tak ubahnya Luh, nasib serupa dialami oleh pedagang lainnya, Tut Kelo, berusia 60 tahunan ia juga baru membuka warungnya setelah mendengar kabar dibukanya akses pantai ini pada Senin (1/6/2020) pagi kemarin.
"Kemarin langsung buka dan bersih-bersih warung, sudah tutup 3 bulan, tidak ada pemasukan, suami saya sakit, untungnya masih dapat bantuan beras dari banjar sebulan 2 kali," ujar Tut Kelo
Pada Selasa (2/6/2020) ini berjualan dari pagi sampai sore Tut Kelo mengaku baru mengantongi Rp 20 ribu dari penjualannya.
"Ya yang beli paling orang mancing atau nelayan beli kopi, atau pegawai restaurant," ujar dia.
Harapan Tut Kelo sama dengan Luh, ia berharap dalam waktu dekat akses pantai dapat kembali dibuka dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
"Saya juga pakai masker, rajin cuci tangan terus," beber Warga Banjar Taman Sari, Sanur itu yang sudah puluhan tahun berjualan di pinggir Pantai Sindhu itu.
Pedagang Lumpia pun mengalami nasib yang sama, Sasih (48) mengaku baru laku satu bungkus lumpia hari ini karena praktis memang tidak ada pengunjung, hanya ada pemancing dan nelayan.
• Kemenhub Gandeng Akademisi Bahas Kesiapan Kebijakan Sektor Transportasi Hadapi Kenormalan Baru
• Polisi Penindih Leher George Floyd, Derek Chauvin Dipindah ke Penjara Berkeamanan Maksimum
• Berisiko Tularkan Corona Lebih Tinggi, Ini Tempat yang Harus Dihindari Saat New Normal