Corona di Bali

Bertambah Satu Kasus, Tetangga Sopir Asal Seririt Buleleng Dinyatakan Positif Covid-19

Pasien yang diberi kode PDP 86 ini merupakan tetangga dari sopir barang Jawa-Bali asal Kecamatan Seririt (PDP 80) yang lebih dulu

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona di Buleleng bertambah satu orang.

Pasien yang diberi kode PDP 86 ini merupakan tetangga dari sopir barang Jawa-Bali asal Kecamatan Seririt (PDP 80) yang lebih dulu terkonfirmasi positif virus corona.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Jumat (5/6/2020) mengatakan, PDP 86 memang sempat melakukan kontak erat dengan PDP 80, sehingga saat ini ia diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan.

"Dari PDP 80 ini kami telah melakukan tracing, ketemu 38 orang yang sempat melakukan kontak dengan dia, baik itu keluarganya, temannya, hingga keluarganya. Dari 38 orang itu, ada empat orang yang hasil rapid testnya reaktif. Kemudian dilanjutkan dengan swab, yang dinyatakan positif terpapar virus corona hanya PDP 86," terang Suyasa.

10 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Kekasih Menolak Putus Cinta

Harga iPhone per 5 Juni 2020, Seri 11 Masih Rp 14 Jutaan dan Apple Rilis Pembaruan iOS 13.5.1

Beberapa Faktor Ini Penyebab Hubungan AS-China Makin Bergejolak di Laut China Selatan

Selain itu, Suyasa juga menyebutkan, saat ini ada satu PDP yang dinyatakan sembuh dari virus corona.

Dia adalah PDP 76, yang dirawat di RS Pratama Giri Emas selama enam hari.

Warga asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula ini sebelumnya terpapar virus corona karena sempat melakukan kontak dengan PDP 69.

 Dengan demikian, secara kumulatif, saat ini jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona di Buleleng sebanyak 60 orang. Sementara yang masih dalam perawatan sebanyak 13 orang.

Disinggung terkait tracing terhadap PDP 84, yang dinyatakan positif virus corona pasca melahirkan di RSUD Buleleng pada 1 Juni lalu, Suyasa menyebut, tim kesehatan sudah menemukan sebanyak 25 orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien tersebut.

Dalam waktu dekat 25 orang itu akan dilakukan rapid test.

"Termasuk bayinya juga pasti akan dirapid test. Namun tim medik akan melihat dulu kondisi bayinya, karena usianya baru hitungan hari," jelas Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved