Melarat di Pulau Surga

Kisah 3 Anak Bersaudara Hidup di Rumah Bedeng Beratap Triplek di Denpasar, Ibu Pergi Tanpa Pamit

Kasus tiga anak bersaudara yang ditinggal pergi ibu kandungnya di Ubung Kaja, Denpasar, menemui titik terang.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kunjungan Dinsos Kota Denpasar dan Kades Sudaji Buleleng di di Jalan Patih Nambi, Perumahan Telkom Banjar Tulang Ampiang, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Kamis (11/6/2020). 

Adapun sang kakek-nenek tidur di satu kamar sebelahnya dengan kondisi yang hampir sama. Sungguh tak layak huni.

Untuk tinggal di sana pun mereka menyewa lahan kepada pemilik seluas 3,5 are dengan bangunan rumah bedeng sekitar 1 are, per tahunnya disewa Rp 1 juta.

Keluarga ini sejatinya berasal dari Banjar Singkung, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng. Mereka tinggal di rumah bedeng di sudut Kota Denpasar sejak satu setengah tahun yang lalu.

Kakek dan nenek hanya merupakan seorang buruh tani di sawah milik orang. Sedangkan sang paman, Ketut Artawa, bekerja serabutan sebagai kuli bangunan dengan upah Rp 660 ribu per minggu.

"Ayah mereka meninggal dunia sekitar 9 bulan lalu, ibunya belum lama ini pergi tanpa alasan yang jelas, pamitnya pergi beli bunga untuk sembahyang tapi ternyata tidak pulang-pulang," kata Ketut Artawa, adik dari Made Restina ayah anak-anak tersebut.

Made Restina meninggal dunia karena serangan jantung. Sejak kecil juga hidup dengan kondisi keterbatasan di salah satu kakinya.

Untuk berjalan harus dibantu dengan tongkat.

Almarhum dulu seorang pengrajin layang-layang, sedangkan ibunya membuka warung kecil sederhana.

Pihak Dinsos bersama keluarga pun kemarin menelusuri keberadaan ibu kandung ketiga anak ini.

Dinsos berkordinasi dengan Kepala Desa Sudaji, Made Ngurah Fajar, Kepala Dusun Banjar Singkung, Suarsana, dan Kepala Desa Ubung Kaja, Wayan Suastika.

Hasilnya diputuskan bahwa secara adat, menurut Made Ngurah Fajar, hubungan ibu kandung dengan ketiga anak tersebut sudah dilepas. Sehingga pengasuhan berada di tangan sang kakek.

"Untuk ibu kandungnya sudah dilepas karena secara desa adat di sana sudah dianggap menelantarkan di keluarga, namun administrasi masih diproses, untuk itu pengasuhan anak tetap di keluarga kakek," ungkap Diah, mengutip keterangan Ngurah Fajar, kemarin.

Bahkan Ngurah Fajar juga mengutarakan niatnya secara langsung untuk mengasuh ketiga anak tersebut di Singaraja.

Namun karena rasa sayang yang begitu besar, kakek dan nenek tidak ingin melepasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved