Virus Corona
China Siaga: Kasus Baru Covid-19 di Pasar Beijing Mencapai 79, Resiko Penularan Tinggi
Melansir South China Morning Post yang mengutip kantor berita Xinhua, Sun mengatakan pada pertemuan Dewan Negara pada hari Minggu bahwa risiko
TRIBUN-BALI.COM - Wakil perdana menteri China Sun Chunlan langsung bergerak cepat untuk mencegah penyebaran virus corona klaster baru di Beijing.
Dikabarkan, Beijing melaporkan 36 kasus baru dalam satu hari setelah penyebaran wabah di pasar makanan di Beijing.
Melansir South China Morning Post yang mengutip kantor berita Xinhua, Sun mengatakan pada pertemuan Dewan Negara pada hari Minggu bahwa risiko penyebaran wabah terbaru "sangat tinggi" karena populasi pasar yang besar, padat dan sangat mobile.
Saat ini, total kasus baru di Beijing sudah mencapai 79 kasus.
• Percepat Proses Izin Edar, BPOM Fasilitasi Penelitian Obat Covid-19 Unair
• Penularan Covid-19 Rentan Terjadi di Pasar, Dewan Denpasar Usul Pedagang Buka Bergiliran
• 3 Alasan Kamu Harus Berhenti Mengejar Seseorang Yang Tidak Membalas Perasaanmu
Semuanya terkait dengan pasar grosir Xinfadi, pusat distribusi makanan di Beijing selatan yang menempati 107 hektar dan memasok makanan ke provinsi utara seperti Shandong, Shanxi , Hebei dan Liaoning.
Sementara, dua kasus baru dilaporkan di provinsi Liaoning, dan tiga di provinsi tetangga, Hebei, sejak Kamis lalu juga dikaitkan dengan pasar.
Secara keseluruhan, menurut data terbaru Komisi Kesehatan Nasional pada Senin pagi, ada 49 kasus baru di China pada hari Minggu.
Terkait hal ini, Pemerintah Beijing telah meminta warga yang telah pergi ke pasar selama 14 hari terakhir untuk tinggal di rumah.
Sementara itu, konferensi pers yang dijadwalkan pada Senin pagi untuk membicarakan perkembangan ekonomi China dibatalkan secara tiba-tiba.
Kementerian luar negeri China juga mewajibkan wartawan yang menghadiri briefing hariannya untuk menginformasikan jika mereka telah melakukan perjalanan ke pasar atau melakukan kontak dengan siapa pun dari sana sejak 30 Mei.
South China Morning Post memberitakan, Beijing sudah bersih dari transmisi Covid-19 lokal selama 55 hari sampai kasus baru pertama yakni seorang pria tanpa sejarah perjalanan atau kontak dengan orang-orang yang kembali ke Beijing, didiagnosis pada hari Kamis.
Adapun kasus kedua adalah seorang inspektur daging, yang mengunjungi Xinfadi pada awal Juni.
Menurut Harian Beijing, Zhou Yuqing (wakil kepala distrik Fengtai, tempat pasar itu berada), Wang Hua (sekretaris partai kota Huaxiang) dan Zhang Yuelin (manajer umum pasar), semuanya dipecat pada hari Minggu karena kelalaian.
Melansir Asian News Network, juru bicara kota Xu Hejian mengatakan kepada wartawan saat konferensi pers, Beijing telah memasuki "periode luar biasa".
• Kesaksian Warga Selamatkan Pilot Jet Tempur TNI AU yang Jatuh di Kampar Riau
• Ramalan Zodiak 16 Juni 2020, Aries Belajarlah Mengambil Langkah, Scorpio Jangan Patah Semangat
• Manisan Khas India Ini Diklaim Mampu Tingkatkan Imunitas untuk Melawan Virus Corona
Menurut pernyataan dari gugus tugas coronavirus yang dipimpin oleh Perdana Menteri Li Keqiang, semua pasar, gerai makanan, dan perusahaan logistik di seluruh negeri telah diperintahkan untuk menjalani disinfeksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jilin-china.jpg)