Agar Mudah Diajak Berfoto bersama Turis, Kaki Anak Singa Ini Sengaja Dipatahkan
Kaki belakang Simba sengaja dipatahkan agar bisa diajak foto bersama turis dengan tenang dan tidak berontak.
TRIBUN-BALI.COM - Saat mengunjungi kebun binatang, orang-orang sering punya keinginan untuk berfoto bersama satwa.
Biasanya ada sejumlah satwa yang bisa diajak foto sesuai dengan izin dan panduan dari pawang.
Tapi hal berbeda terjadi oleh seekor anak singa yang bernasib malang.
Anak singa yang diberi nama Simba ini menderita patah kaki yang dilakukan secara sengaja.
Kaki belakang Simba sengaja dipatahkan agar bisa diajak foto bersama turis dengan tenang dan tidak berontak.
Diwartakan dalam metro.co.uk pada Kamis (11/6/2020), Simba masih berusia beberapa minggu ketika ia dipisahkan dari induknya untuk bisa diajak foto bersama turis.
• Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berkunjung ke Bali, Lakukan Hal Ini
• Cerita Kota Rudal di Iran, Berada di Bawah Tanah,Jika Musuh Salah Bisa Meletus Seperti Gunung Berapi
• Jangan Asal, Berikut Takaran Sajian Bekal Makan Siang Saat Terapkan New Normal
Atas tindak kejam dari oknum tidak bertanggung jawab, Presiden Rusia, Vladimir Putin secara pribadi menurunkan perintah untuk melakukan penyelidikan kriminal atas kekejaman yang menimpa Simba.
Setelah menjadi korban eksploitasi pada musim panas lalu, kaki belakang Simba dipatahkan untuk mencegah agar dia tidak bisa melarikan diri saat tumbuh besar nanti.
Kesehatan Simba kian memburuk sejak ia sering disiksa dan dipukuli oleh pemiliknya.
Simba juga menderita cedera tulang belakang yang membuatnya hampir kehilangan nyawa.
Dirasa tak memiliki umur panjang, sang pemilik membuang Simba begitu saja di gudang yang kotor dan dingin wilayah Rusia Dagestan.
Dilaporkan dalam dailymail.co.uk pada Rabu (10/6/2020) tim penyelamat berhasil menemukan anak singa malang itu dengan kaki patah di beberapa sudut yang terdistorsi dan tertutup tanah.
• 40 Kasus Baru Virus Corona di China, Diyakini Berasal dari Pasar Bahan Makanan Lokal
• Ini Deretan Drakor Kolosal Terbaik, Ada Kisah Dokter Kerajaan Perempuan Pertama
• Di Usia 25 Tahun, Telkomsel Perluas Pemerataan Akses Jaringan Broadband 4G LTE di Flores Timur
Tim penyelamat menemukan Simba dalam keadaan kritis dan kelaparan bahkan hampir susah bergerak.
Simba terlihat kurus karena kelaparan, dan tampak kesusahan saat ingin menjilat tubuhnya untuk membersihkan diri.
"Dia tidak diberi makan (jadi kondisinya kelaparan)," kata Yulia Ageeva, pemimpin tim penyelamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kaki-simba-sengaja-dipatahkan-agar-bisa-diajak-foto-bareng-turis.jpg)